Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Sep 2018 23:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Ini Rumah Anti Gempa Asli Lombok

Harianto Nukman
detikTravel
Bale Balaq, rumah tradisional Suku Sasak yang tahan gempa (John/Istimewa)
Bale Balaq, rumah tradisional Suku Sasak yang tahan gempa (John/Istimewa)
Lombok Utara - Traveler berencana liburan ke Lombok, NTB? Cobalah singgah di Lombok Utara di mana beberapa desanya memiliki rumah lokal anti gempa atau bencana.

Beberapa waktu lalu, detikTravel berdiskusi dengan seorang mahasiswa pascasarjana Jurusan Linguistik di Fakultas Budaya Universitas Udayana, Bali. Namanya Suliadi (33) atau lebih dikenal dengan Abet.

Leluhur Suku Sasak di Pulau Lombok telah mewariskan bangunan tempat tinggal bernama Bale Balaq. Apa arti dan filosofi hingga bagaimana bentuknya?

Ceritanya berawal saat pulang kampung menjenguk keluarga yang terdampak bencana gempa bumi lalu. Lokasi tepatnya di Dusun Sanggar Sari, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

"Secara morfologis, Bale Balaq berarti frasa yang terbentuk atas dua kata, yakni bale dan balaq. Bale berarti rumah dan balaq berarti bahaya atau malapetaka," terang Suliadi mengawali percakapan.

Model rumah tradisional Suku Sasak yang ada di Kampung Ekowisata Kerujuk (John/Istimewa)


Dalam sebuah artikelnya bahwa istilah Bale Balaq dalam pandangan masyarakat Sasak merupakan bangunan rumah tradisional yang dapat menghindarkan penghuninya dari malapetaka. Hal ini terutama dari bahaya lindu atau gempa bumi.

Para leluhur masyarakat Sasak membangun sebuah bangunan yang aman dan dapat melindungi diri mereka ketika diguncang gempa. Zaman dahulu, saat gempa mengguncang, maka Bale Balaq hanya bergetar dan tidak roboh meskipun skalanya magnitudonya besar.

Istilah Bale Balaq merepresentasikan makna yang adi luhung. Maknanya mencerminkan pikiran dan pandangan leluhur masyarakat Sasak dalam memahami dunia.

"Pembangunan bale balaq oleh para leluhur masyarakat Sasak juga mencerminkan sebuah bangunan yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama dan manusia dengan hewan ataupun alam," terang Abet.

Berhubungan dengan Tuhan dikarenakan pembangunan Bale Balaq dijadikan sebagai tempat beribadah oleh penghuni ataupun tamu. Bale Balaq menguatkan hubungan antarsesama manusia karena dilengkapi dengan amben bale atau serambi rumah sebagai tempat duduk keluarga, tempat penerimaan tamu, ataupun sebagai tempat diskusi.



Atap rumah yang berasal dari ilalang (John/Istimewa)

Faktor lain yang dapat menguatkan hubungan antarsesama manusia dapat dilihat saat memasang bahan maupun atap yang mencerminkan adanya sikap saling membantu antara masyarakat.

"Pembangunan Bale Balaq dapat menciptakan nilai kegotogroyongan sebagai refleksi hubungan antarsesama manusia," tuturnya.

Bale Balaq didesain dengan adanya bagian kosong paling bawah yang disebut Bebaleq. Biasanya ruang itu dijadikan sebagi tempat mengikat hewan ternak (kambing).

Masayarakat memahami apa yang dirasakan oleh hewan ketika diikat di lelendang atau halaman rumah tentunya akan kedinginan. Semua bahan Bale Balaq merupakan bahan yang berasal dari alam, mulai dari kayu untuk tiang hingga bagian atap rumah.

Tereng bambu lemas digunakan sebagai pengikat atap rumah. Santong bambu keras yang digunakan sebagai dinding dan sebagai alas rumah. Sesangkan batu tapak atau batu yang permukaannya datar digunakan sebagai alas tiang rumah, yang dalam Bahasa Sasak disebut dengan batu sendi dan ilalang digunakan sebagai atap rumah.

"Digunakannya semua bahan-bahan yang berasal dari alam tersebut, akan menciptakan kesadaran batin penghuninya," jelas Abet.

Warga Sasak saling membantu bikin rumah (John/Istimewa)

Kesadaran untuk tetap menjaga dan merawat alam berimbas bagi penghuni agar dapat melagsungkan kehidupan berikutnya. Penggunaan bahan-bahan hasil alam akan menuntun pada kepedulian terhadap lingkungan dengan tetap menjaga, mereboisasi sehingga tidak punah.

Nah, traveler sudah tahu kan arti dan filosofi rumah tradisi Suku Sasak yang disebut Bale Balaq itu? Jikalau traveler hendak ke Gili Trawangan, lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Bangsal yang menghubungkan tiga gili.

Cobalah traveler mampir sejenak di Dusun Kerujuk, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Di sana ada sebuah kampung ekowisata, bernama Kampung Ekowisata Kerujuk. Tempatnya asri, berada di tengah sawah, hawa dan suasana kampungnya masih hijau dan segar.

Bentuk bungalow yang ada di Kampung Ekowisata Kerujuk modelnya sama dengan Bale Balaq. Inilah model rumah tradisional Suku Sasak, Lombok.

Model rumah Bale Balaq di Lombok Utara kini sedang diminati untuk dibangun kembali. Hal ini dikarenakan masyarakat di sana masih trauma akan gempa. (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED