Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Nov 2018 12:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Es Abadi Indonesia yang Tak Lama Lagi Hilang

Afif Farhan
detikTravel
Es abadi di Papua (Afif Farhan/detikTravel)
Es abadi di Papua (Afif Farhan/detikTravel)

FOKUS BERITA

Es Abadi Indonesia
Jakarta - Waktunya tak lama lagi. Keajaiban Indonesia berupa es abadi di Papua itu akan hilang selamanya.

Tahukah kamu bahwa di Papua sana terdapat suatu gletser. Gletser adalah bongkahan es besar yang terbentuk di atas permukaan tanah dan merupakan akumulasi endapan salju dalam jangka waktu yang sangat lama. Lebih populer dengan sebutan es abadi.

detikTravel pernah mendatangi es abadi tersebut. Es abadinya berada di bagian puncak dari rangkaian Pegunungan Jayawijaya. Puncak-puncaknya yakni Puncak Sumantri, Puncak Jaya dan Puncak Carstensz Timur dengan ketinggian di atas 4.000 mdpl.

Lokasinya sulit terjamah. Traveler sebenarnya bisa melalui perusahaan tambang di Papua karena lokasinya berdekatan, tetapi dibutuhkan perizinan ketat. Bisa juga mendaki dari 'jalur kampung' yakni melewati beberapa perkampungan, seperti lewat Desa Ugimba di Kabupaten Intan Jaya. Namun, membutuhkan waktu 3-4 hari jalan kaki.

Es abadi di rangkaian Pegunungan Jayawijaya, Papua (Afif Farhan/detikTravel)Es abadi di rangkaian Pegunungan Jayawijaya, Papua (Afif Farhan/detikTravel)


Es Abadi itu sudah menjadi keajaiban dari Indonesia. Sebab, tidak banyak negara tropis yang memiliki es abadi. Sebenarnya, bagaimana penjelasan ilmiahnya?

"Silih berganti eksistensi dan hilangnya tutupan es di Pegunungan Jayawijaya sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu bergantung pada kondisi iklim saat itu. Keberadaan es di wilayah tropis hanya dapat
terjadi di wilayah dataran tinggi dengan kondisi suhu yang sangat dingin," terang Donaldi Sukma Permana PhD, Peneliti Madya Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG kepada detikTravel, Rabu (14/11/2018).


"Selain itu, untuk dapat terbentuk es tidak hanya memerlukan kondisi yang sangat dingin, tetapi perlu adanya uap air. Indonesia dikelilingi oleh lautan yang memberikan uap air untuk terbentuknya awan dan memungkinkan turunnya salju di daerah ketinggian," lanjutnya menjelaskan.

Dulunya, puncak pegunungan itu tertutup es abadi tapi kini tinggal sedikit (Afif Farhan/detikTravel)Dulunya, seluruh puncak pegunungan itu tertutup es abadi tapi kini tinggal sedikit (Afif Farhan/detikTravel)


Donaldi melakukan riset mengenai es abadi di Papua. Menurutnya, es abadi di Pegunungan Jayawijaya terus menyusut dikarenakan pemanasan global. Angka penyusutannya pun tak main-main, ambil contoh di Puncak Jaya.

"Luas total tutupan es di sekitar Puncak Jaya pada tahun 2010 sekitar 1 km2 persegi dan pada tahun 2016 sekitar 500 m2 (kurang lebih setengahnya). Tahun 2018 belum dilakukan pengukuran detil, tetapi yang pasti lebih kecil dari 500 m2," jelasnya.

"Berdasarkan penelitian sebelumnya, keberadaan es di Pegunungan Jayawijaya dengan luas terbesar terakhir kali terjadi pada sekitar tahun 1850 (sekitar 170 tahun yang lalu) dengan luas kurang lebih 20 km2," papar Donaldi.

Es Abadi di Puncak Jaya yang terlihat dari Basecamp Danau-danau (Afif Farhan/detikTravel)Es Abadi di Puncak Jaya yang terlihat dari Basecamp Danau-danau (Afif Farhan/detikTravel)


Kapan es abadi Indonesia itu akan benar-benar habis?

"Bila dilihat dari tren penurunan luasan es dan berdasarkan pemodelan skenario perubahan iklim, diperkiraan es di Papua akan habis pada periode 2025-2030," tutupnya.

(aff/aff)

FOKUS BERITA

Es Abadi Indonesia
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED