Memasuki Museum KA Ambarawa, pengunjung cukup membayar tiket untuk orang dewasa Rp 10.000 dan anak-anak Rp 5.000. Di museum ini, para pengunjung bisa menikmati koleksi lokomotif. Selain itu, wisatawan bisa berfoto dengan latar belakang lokomotif kereta api.
Salah satu pengunjung, Rosadi Sutiya (50), warga Salatiga, mengaku datang bersama keluarganya. Wisata ke Museum KA Ambarawa ini dilakukan bersama keluarga besar yang datang dari Solo dan Bogor memanfaatkan libur Natal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Eko Susanto/detikTravel) Foto: undefined |
Pengunjung lainnya, Ngurah Ari (43), warga Gianyar, Bali. Ia yang datang bersama keluarga menuju rumah saudaranya di Ngaliyan, Kota Semarang.
"Kemarin sudah ke muter-muter ke Solo. Sekarang ke museum ini. Kami baru sekali ini, tapi tempatnya bagus dan enak. Bisa tahu sejarah kereta api mengingat pelajaran waktu SMP dulu," ujarnya.
Hal senada diungkapkan wisatawan dari Moyudan, Sleman, DIY, Suharyanto (45). "Lokasi ini cocok buat momong anak," ujar dia.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh, jumlah pengunjung Museum KA Ambarawa semenjak tanggal 20 Desember hingga 26 Desember 2018 sebanyak 19.541 orang. Adapun perinciannya pada Kamis (20/12) sebanyak 1.002, Jumat (21/12) 657 orang, Sabtu (22/12) 2.889 pengunjung. Kemudian untuk, Minggu (23/12) 4.505, Senin (24/12) 4.211 orang, Selasa (25/12) 4.109 dan Rabu (26/12) 2.168 pengunjung.
(Eko Susanto/detikTravel) |
(Eko Susanto/detikTravel) |
(krn/aff)












































(Eko Susanto/detikTravel) Foto: undefined
(Eko Susanto/detikTravel)
(Eko Susanto/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?