Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Mar 2019 13:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sekolah Hutan yang Mulai Terlupakan di Tambrauw, Papua

Bona
detikTravel
Ilustrasi Tarian Tradisional Tambrauw (Dok Kementerian Pariwisata)
Ilustrasi Tarian Tradisional Tambrauw (Dok Kementerian Pariwisata)
Tambrauw - Indonesia kaya akan budaya dan kultur. Pendidikan berupa budaya di beberapa daerah pedalaman pun sudah ada sejak zaman nenek moyang, begitu pula di Tambrauw.

Banyak anggapan bahwa orang pedalaman jauh dari pendidikan dan terbelakang. Tapi jauh di dalam hutan papua, ada sebuah pendidikan tradisional bernama sekolah inisiasi.

Dalam Press Tour 2019 bersama Kementerian Pariwisata, detikcom bersama rombongan media dari Jakarta menjelajahi sudut-sudut cantik Kabupaten Tambrauw , di Papua Barat pekan lalu. Selama perjalanan ini diketahui juga, bahwa ternyata Tambrauw memiliki sekolah adat sejak jaman leluhur.

Masyarakat menyebut tradisi ini sekolah inisiasi. Sekolah ini memiliki tempat belajar di tengah hutan. Pria dan perempuan akan diajarkan secara terpisah dan memilki rentang waktu belajar yang berbeda.

"Ini warisan. Kami punya warisan, kami punya identitas, kami punya harga diri, kami punya roh, kami punya kehidupan, kekuatan ada di sini. Bicara pendidikan inisiasi, dia mengajar tentang totalitas manusia, kesempuranaan manusia, kesucian manusia. Perilaku mental, moral, segala macam, dibentuk oleh pendidikan inisiasi baik perempuan ataupun laki-laki," ujar Safrino Didimus Bame, Kepala Seksi Pengembangan Nilai, Budaya, dan Kesenian Dinas Pariwisata Kabupaten Tambrauw.

Pendidikan inisiasi untuk perempuan disebut peniamroh. Perempuan yang diwajibkan untuk mengikuti pendidikan ini harus sudah mengalami masa subur. Mereka yang direkrut masuk di sekolah inisiasi akan dididik, dibentuk, dilatih dalam keterampilan, dibentuk dan dibina dalam mental dan spiritual serta perilaku. Peniamroh akan dididik selama 3-6 bulan di tengah hutan.

"Setelah itu mereka keluar (sekolah inisiasi-red) sudah dianggap lulus, berarti mereka sudah matang. Sehingga ketika membentuk rumah tangga, mereka sudah siap mengurus suami dan anak-anak," jelas Safrino.

Untuk laki-laki di sekolah inisiasi akan disebut dengan nama wuon. Masa pendidikan laki-laki terbilang lebih berat. Karena mereka bisa menghabiskan masa pendidikan selama 6-1 tahun, bahkan lebih.

"Para lelaki dididik supaya memiliki tanggung jawab dan dewasa sebagai seorang bapak, untuk urus anak, urus istri, bertanggung jawab kepada Tuhan, lingkungan, masyarakat, dan diri sendiri," ungkap Safrino.

BACA JUGA: Kenalkan, Ini Tambrauw Saingan Raja Ampat

Laki-laki diperbolehkan untuk ikut sekolah inisiasi dari umur 14 tahun atau jika sudah memiliki kumis. Setelah terdaftar di sekolah inisiasi, mereka akan dibawa ke tengah hutan dan dilarang untuk bertemu keluarga.

"Kita (keluarga) bisa antar makanan, tapi makanan pun tidak semua. Mungkin satu atau dua jenis saja. sayur juga tdk semua, satu atau dua jenis saja. Selama 6 bulan atau 1 tahun mereka hanya makan 1 atau 2 jenis makanan dan sayur. Ini berat," tambah Safrino.

Menurut Safrino ini juga menjadi cara meditasi para murid untuk menahan nafsu, bagaimana verhubungan dgn tuhan dan alam. Ketika mereka turun dari hutan https://www.detik.com/tag/hutan-tropis, bukan hanya utk diri sendiri, mereka berguna untuk semua lingkungan.

BACA JUGA: Ini Rekomendasi Tempat Wisata Wajib di Tambrauw, Papua Barat

Selain itu, sekolah inisiasi juga memberikann pengetahuan soal obat tradisional. Sehingga saat keadaan darurat, mereka yang membutuhkan perawatan bisa diobati dengan cepat.

Setelah melewati pendidikan inisiasi, para murid akan dibawa keluar dan diperkenalkan ke masyarakat. Mereka akan disambut dalam balutan pakaian adat dan acara ucapan syukur.

"Tambrauw menjadi pusat pendidikan inisiasi di Asia Pasifik, seperti yang dikatakan Bupati Tambrauw Gabriel Asem," kata Safrino.

Namun sekolah hutan ini kini tidak lagi memiliki murid. Murid terakhir dari sekolah inisiasi adalah sekitar tahun 1990an. Banyak pula guru-guru yang sudah meninggal tanpa memiliki penerus untuk sekolah inisiasi.

"Sampai saat ini guru besar yg sudah diakui oleh sekolah inisiasi sudah meninggal. Jadi sementara berjalan perorangan. Tapi ketika butuh akan kita himpun kembali, lalu kita minta mereka yang merantau untuk pulang, kita fasilitasi," jelas Safrino.

"Saya mewakili masyarakat Kabupaten Tambrauw, mengharapkan kedepannya, pemda segera menyelenggarakan dibukanya kembali pendidikan inisiasi ini. Tradisi ini juga bisa dijadikan paket wisata, sehingga wisatawan bisa melihat saat mereka acara penyambutan mereka setelah keluar dari hutan," tutur Safrino. (sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED