Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Mei 2019 08:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Jika Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya, Ini 5 Tempat Wisatanya

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto:(Eduardo Simorangkir/detikcom)
Foto:(Eduardo Simorangkir/detikcom)
Palangkaraya - Jadi wacana ibu kota baru sejak zaman Soekarno, Palangkaraya kembali dilirik oleh Presiden Jokowi. Kalau tempat wisata, ini lima rekomendasinya.

Nama Palangkaraya telah sejak lama disebut sebagai calon ibu kota baru Indonesia sejak zaman Pemerintahan Soekarno. Kini wacana itu kembali menguat di era Pemerintahan Presiden Jokowi.

Hal itu pun ditegaskan dengan kunjungan Jokowi ke Monuman Tugu Soekarno Selasa kemarin (8/5) di Palangkaraya. Di kalangan traveler, Tugu Soekarno juga menjadi objek wisata populer.

Adapun sejumlah objek wisata lain yang dapat dikunjungi traveler di Palangkaraya. Dihimpun detikcom, Senin (13/5/2019), berikut beberapa di antaranya:

1. Istana Isen Mulang

Istana Isen Mulang terletak tepat di depan Bundaran Besar Palangka Raya, yang juga didesain oleh Sukarno. Lokasinya sejajar lurus dengan Tugu Sukarno, tempat memancangkan tiang pembangunan kota Palangka Raya pertama kali, dan berdekatan dengan Sungai Kahayan.

 (Eduardo Simorangkir/detikcom) (Eduardo Simorangkir/detikcom)
Istana Isen Mulang biasa dipakai Gubernur untuk menjamu tamu-tamu kenegaraan, acara ramah tamah dengan tamu Pemprov seperti Menteri, DPR, tamu luar negeri.

Bentuk bangunan Istana Isen Mulang menyerupai rumah Betang, yang merupakan rumah adat khas Kalimantan Tengah. Bentuk atapnya menyerupai tiga gugusan yang dilapisi oleh atap sirap yang berbahan kayu besi atau disebut juga kayu ulin.

2. Sungai Kahayan

Seperti Jakarta yang punya Sungai Ciliwung, Palangkaraya juga punya punya Sungai Kahayan. Sungai tersebut menyimpan satu sejarah penting awal Presiden pertama Republik Indonesia menginjakkan kakinya di kota Palangkaraya.

Sungai ini pernah disusur oleh Sukarno pada tahun 1957, untuk menghadiri peresmian monumen atau tugu ibu kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya.

Saat itu Sukarno menyusuri sungai dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah selama dua hari penuh.

Sunset di Sungai Kahayan (Dok. Pemprov Kalteng)Sunset di Sungai Kahayan (Dok. Pemprov Kalteng)
3. Jembatan Kahayan

Selain Monumen Tugu Soekarno, Palangkaraya juga dikenal akan Jembatan Kahayan yang ikonik. Memiliki panjang 640 meter dan lebar 9 meter, jembatan ini menghubungkan Kota Palangkaraya dengan 4 kabupaten, yakni Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Jaya.

 (Eduardo Simorangkir/detikcom) (Eduardo Simorangkir/detikcom)
Jembatan Kahayan yang kini menjadi landmark (icon) Kota Palangkaraya diresmikan pada tahun 2001, setelah dibangun sejak tahun 1995. Jembatan Kahayan bisa dijangkau dengan sangat mudah karena letaknya yang hanya sekitar 1 km dari pusat Kota Palangkaraya.

Pada malam hari, jembatan ini dipenuhi oleh lampu warna-warni yang membuat kota Palangkaraya begitu indah dinikmati saat malam hari.

4. Dermaga Tugu Sukarno

Jika Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya, Ini 5 Tempat WisatanyaFoto: (Ipon Susanti/d'Traveler)
Tepat di belakang Tugu Soekarno ada sebuah dermaga kapal wisata susur sungai. Traveler yang ingin menyusuri indahnya Sungai Kahayan seperti Soekarno dulu bisa melakukannya dengan datang ke dermaga ini.

Hanya saja tidak setiap hari kapal susur sungai ini melayani pengunjung. ada baiknya kamu mencari tahu perihal jadwal operasi kapal di dermaga tersebut.

BACA JUGA: 10 Negara yang Berhasil Pindahkan Ibu Kota Negaranya

5. Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng

Jika Ibu Kota Pindah ke Palangkaraya, Ini 5 Tempat WisatanyaFoto: (Dikhy Sasra/detikcom)
Selain bisa napak tilas wisata sejarah peninggakan Soekarno, kamu juga bisa wisata edukasi fauna di Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng, Desa Tumbang Tahai, Bukit Batu, Palangkaraya, Kalteng.

Berjarak sekitar 28 km dari Kota Palangkaraya, Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng merupakan tempat pelepasan dan adaptasi orangutan dengan alam liar. Kebanyakan orangutan yang diadopsi mulai dari bayi.

Pusat rehabilitasi Nyaru Menteng didirikan tahun 1999 oleh Lone Dröscher Nielsen dan Odom Kisar. Sebelumnya Lone Dröscher Nielsen adalah sukarelawan di Taman Nasional Tanjung Puting. Tugasnya adalah mengurus bayi orangutan.

Berdedikasi selama 4 tahun, Lone memutuskan untuk keluar dari Tanjung Puting dan merintis proyek orangutan Nyaru Menteng di bawah asuhan Borneo Orangutan Survival (BOS).

Jika seandainya Palangkaraya akan jadi ibu kota negara Indonesia di masa mendatang, itu lima tempat wisata rekomendasinya. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA