Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 31 Mei 2019 10:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mudik Ke Boyolali, Coba Main ke Taman Cantik Ini

Ragil Ajiyanto
detikTravel
Sitinggil Garden di Boyolali (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Sitinggil Garden di Boyolali (Ragil Ajiyanto/detikcom)

FOKUS BERITA

Kota Wisata Mudik
Boyolali - Mudik ke Boyolali jangan cuma diam di rumah saja. Coba main ke Lereng Gunung Merbabu. Di sana ada taman bunga cantik yang instagramable, Sitinggil Garden.

Libur lebaran, lokasi wisata baru satu ini bisa jadi alternatif untuk dikunjungi. Di tengah desa, destinasi ini menyuguhkan perpaduan taman bunga, embung dan pemandangan Gunung Merbabu.

Sitinggil Garden. Itulah nama obyek wisata yang berlokasi di Desa Kembangkuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali ini. Berjarak sekitar 13 kilometer dari Boyolali Kota melalui Jalan Solo-Semarang atau Solo-Selo-Borobudur (SSB).

Desa di wilayah lereng Gunung Merbabu itu kini mulai mengembangkan sebagai desa wisata dengan membuat taman bunga. Menggunakan lahan kas desa seluas sekitar 2,5 hektar.
(Ragil Ajiyanto/detikcom)(Ragil Ajiyanto/detikcom)
Lahan yang sebelumnya berupa ladang areal pertanian ini, sekarang berubah menjadi tempat wisata yang cukup diminati masyarakat. Khususnya dari kalangan anak muda. Tempat ini juga menyuguhkan sejumlah spot yang indah untuk berfoto maupun ber-swafoto.

Sejumlah tanaman bunga warna warni ada di tempat ini. Seperti bunga matahari, celosia, sabrina, akalipa, soka india dan lainnya. Bunga-bunga itu ditanam rapi pada kelompok sub taman yang berbentuk mata arah angin dan lingkaran.

Dari pintu masuk, pengunjung harus menaiki anak tangga. Lalu, terlihatlah hamparan tanaman. Di kejauhan juga tampak tangga pelangi beratap lampiron warna-warni. Disebut pelangi karena anak tangganya dicat warna-warni. Lokasi ini pun menarik sebagai latar belakang selfie.
(Ragil Ajiyanto/detikcom)(Ragil Ajiyanto/detikcom)
Tangga itu menuju ke embung yang ada di atas taman. Lokasi wisata ini memang berada di lahan berundak-undak. Paling atas adalah embung seluas 2.000 meter persegi yang dibangun tahun 2015 lalu.

"Embung ini bantuan dari pemerintah. Karena airnya juga tidak memungkinkan untuk konsumsi warga, kami berinovasi memanfaatkannya dan akhirnya disepakati untuk dijadikan obyek wisata," kata Kepala Desa Kembangkuning, Yarmanto, kepada detikcom baru-baru ini.

BACA JUGA: Mudik Lewat Exit Tol Boyolali, Bisa Lihat 7 Keajaiban Dunia

Obyek wisata yang dipilih yakni memadukan keberadaan embung tersebut dengan taman bunga. Air yang ada diembung yang merupakan tadah hujan itu dimanfaatkan untuk mengairi atau menyiram bunga-bunga yang ada di areal bawah embung, agar tetap subur.

Dari lokasi embung tersebut, pengunjung juga bisa melihat indahnya taman bunga itu dari ketinggian. Selain taman bunga, di sini juga tersedia taman payung pada sisi kanan atau barat pintu masuk.

Seperti taman payung di tempat lain, alat pelindung sinar matahari/hujan ini ditata rapi pada kerangka besi di atas sebuah jalan yang berhias motif lingkaran dan dicat warna warni. Di beberapa sudut taman, pengelola juga menyediakan sejumlah gazebo untuk pengunjung berteduh.
(Ragil Ajiyanto/detikcom)(Ragil Ajiyanto/detikcom)
Yarmanto mengatakan, pembangunan taman bunga ini menggunakan dana kas desa tahun 2018 dan 2019. Sementara ini pengelolaannya masih dipegang pemerintah desa. Namun ke depannya akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bunga Kencana.

Sejak dibuka untuk umum, taman bunga ini sudah langsung dikunjungi warga. Tak hanya masyarakat setempat, tetapi juga dari berbagai daerah yang penasaran dan ingin melihat langsung. Di hari biasa, pengunjung mencapai ratusan orang dan akan berlipat di akhir pekan.

"Hari Minggu bisa mencapai 500 orang," jelas dia.

Setiap pengunjung dikenai tiket masuk Rp 5.000. Saat libur lebaran nanti, lokasi wisata ini pun tetap akan buka dan pengelola berharap jumlah pengunjungnya semakin banyak.

"Untuk libur lebaran karena juga hari khusus, tiketnya kita naikkan menjadi Rp 7.000/orang. Hanya selama libur lebaran saja, dari hari H sampai H+7. Setelah itu harga tiket masuk normal lagi," jelas Yarmanto.

Lokasi ini juga menyediakan lahan parkir yang cukup memadai untuk mobil maupun sepeda motor. Hanya saja, masih berupa tanah. Belum ada pengerasan.

Menurut Yarmanto, memang lokasi wisata tersebut belum selesai 100 persen. Ke depan, tempat tersebut juga akan dilengkapi dengan kolam renang serta dibangun rumah adat.

"Dengan adanya lokasi wisata ini, kami berharap bisa dipakai untuk pemberdayaan dan meningkatkan perekonomian warga," harap dia.


Simak Juga 'Lagi di Boyolali? Main ke Taman Bunga Ragil Kuning Yuk!':

[Gambas:Video 20detik]


(rdy/aff)

FOKUS BERITA

Kota Wisata Mudik
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED