Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 16 Nov 2019 22:00 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sudah Tahu? Ada Lantai Dansa dan Bar di Stasiun Tanjung Priok

Syanti Mustika
detikTravel
Stasiun Tanjung Priuk (Syanti Mustika/detikcom)
Stasiun Tanjung Priuk (Syanti Mustika/detikcom)
Jakarta - Banyak hal menarik dari sisi sejarah yang dimiliki Stasiun Tanjung Priok, yang masih lekat dengan nuansa Belanda zaman old. Salah satunya adalah adanya bar dan lantai dansa.

Menurut sejarah, Stasiun Tanjung Priok dulunya memiliki ruang tunggu yang dibedakan berdasarkan kelas sosial. Jadi warga pribumi dengan kaum ningrat atau Belanda dibuat terpisah saat berada di stasiun.




Nah pada bagian ruang tunggu untuk kaum bangsawan dan orang Belanda tak hanya ada bangku untuk menunggu saja. Di sana dahulunya ada bar dan juga restoran. Bahkan jejak bar-nya bisa kita lihat sekarang.

"Bagian ini berfungsi sebagai meja bar dahulunya," ungkap Reynold Parulian Napitupulu, Assistant Manager Documentation, Education, and Promotion KAI saat menemani detikcom di Stasiun Tanjung Priok. Dia pun menunjukan sebuah meja bundar berwarna hitam yang melekat ke dinding.

Ruangan dengan meja bar (Syanti/detikcom)Ruangan dengan meja bar (Syanti/detikcom)

Kemudian kami pun lanjut ke ruangan selanjutnya yang berfungsi sebagai restoran dahulunya.

"Dan ruangan ini dulunya sebagai restoran. Kemungkinan di sini juga dulunya juga ada lantai untuk dansa," ungkap Reynold.




Jika diperhatikan secara seksama, ruangan yang dulunya restoran di Stasiun Tanjung Priok ini masih megah. Tiang-tiangnya juga masih bagus, begitu pula dengan ornamen kayunya.

Jendela di bangunan ini, terutama yang di restoran sangat unik. Sangat panjang namun pendek di lebar. Juga ukuran kaca dan jenis kaca di jendelanya juga tak menggunakan kaca biasa.

 Restoran dengan lantai dansa dahulunya (Syanti/detikcom) Restoran dengan lantai dansa dahulunya (Syanti/detikcom)

Ornamen lampu masih tergantung dengan kokoh di langit-langit. Konon dahulunya di sini juga ada meja-meja makan dan bangku restoran. Silahkan traveler bayangkan sebuah ruangan dengan lantai dansa yang diiringi musik bernuansa Eropa dahulunya. Terbayang?

Jika traveler telusuri lagi, terdapat pintu yang menuju ke daerah dapur. Dapurnya tidaklah besar dan juga terhubung dengan bunker bawah tanahnya.

Namun untuk bisa menelusuri hingga dalam seperti ini, traveler harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pihak stasiun. Tak bisa asal-asalan saja menelusuri cagar budaya yang kaya akan sejarah ini.

Jendela di bangunan stasiunJendela di bangunan stasiun (Syanti Mustika/detikcom)




Simak Video "Kompor Meledak di Kereta, 74 Penumpang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA