Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 05 Des 2019 07:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Air Terjun Cantik di Pedalaman Kalimantan Utara

Syanti Mustika
detikTravel
Air Terjun Paramayo di pedalaman Kalimantan. (Syanti Mustika/detikcom)
Air Terjun Paramayo di pedalaman Kalimantan. (Syanti Mustika/detikcom)
Jakarta - Banyak air terjun cantik di pedalaman Kalimantan Utara yang bisa dijelajahi. Salah satunya berada di Krayan, kawasan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Tanah Borneo memang kaya akan alamnya. Tak hanya hutan hijau yang menjadi paru-paru dunia, namun kekayaan fauna serta keindahan alamnya memukau siapapun.

Beberapa waktu lalu detikcom berkunjung ke Kalimantan Utara, tepatnya ke Kabupaten Nunukan. Saya pun berkunjung ke Krayan, salah satu kawasan yang menjadi perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia.


Satu destinasi wisata yang dimiliki oleh Krayan adalah Air Terjun Paramayo. Air terjun ini berada di Desa Pa'Betung, Kecamatan Krayan Induk. Jika dihitung jaraknya dari Bandara Yuvei Semaring, sekitar 35 menit berkendara dengan mobil.

Menuju ke lokasi air terjun, traveler akan melewati jalanan dengan pemandangan gunung-gunung yang mengelilingi wilayah ini. Langit biru dan awan yang putih bersih menghiasi langit Krayan.

 (Syanti/detikcom) (Syanti/detikcom)


Setelah melewati wilayah pemukiman, kami pun masuk ke dalam kawasan hutan hijau yang jalananannya masih bertanah liat. Sepertinya sedang ada pembukaan jalan di jalur ini.

Mobil kamu terus melaju ke dalam hutan. Jalan yang tidak datar membuat kami sesekali terpental di dalam mobil. Namun ini tetap perjalanan yang menyenangkan karena pemandangan hijau dan udara segar yang tak akan dijumpai di ibukota Jakarta.


Setelah menembus hutan sekitar 10 menit, mobil pun terhenti karena menuju air terjun tidak bisa dengan mobil. Kami harus berjalan kaki.

Dulunya, air terjun ini rencana digunakan oleh PLN sebagai tenaga hidrolik untuk mengaliri listrik di Krayan. Namun karena jarak yang cukup jauh dan susahnya menebus kawasan hutan, membuat proyek ini dihentikan.

Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit, terdengar riuh aliran air yang mengalir di antara celah-celah batu. Tanah yang lembab dan suhu yang mulai terasa dingin mengantar kami ke air terjun.

 (Syanti/detikcom) (Syanti/detikcom)


Sesampainya di lokasi, terlihatlah hamparan bebatuan besar yang menghiasi sungai di aliran air terjun. Melompat dari satu batu ke batu lain menjadi tantangan bagi saya untuk bisa menuju air terjun lebih dekat lagi.

Air Terjun Paramayo memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan 4 tingkatan. Di dekat air terjun terdapat rumah kecil yang dulunya digunakan untuk menyimpan alat hidrolik.

Traveler juga bisa menuju ke puncak air terjun dengan tangga tembok yang ada di samping rumah mesin ini. Namun harus hati-hati karena tangganya lumayan licin karena lumut.

 (Syanti/detikcom) (Syanti/detikcom)

Dari atas puncak air terjun traveler bisa melihat aliran air yang jatuh ditiap tingkatannya. Juga hamparan pepohonan hijau begitu sedap dipandang mata. Saat di atas puncak, traveler harus hati-hati ya.

Oh iya, detikcom sarankan traveler untuk membawa minuman saat ingin menuju air terjun. Karena tidak ada yang jualan di sini. Dan jangan datang ke sini sendiri ya, karena lokasinya sangat jauh dari pemukiman warga. Serta sejauh detikcom berjalan, juga tidak ada warga yang berkegiatan di sini.

Selamat berkunjung.




Simak Video "Detik-detik Penampakan Longsor Mirip Likuefaksi di Kalimantan Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA