Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 16 Jun 2020 23:23 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Kerajaan Medang Kamulan yang Pernah Ada di Jawa Timur

Lusiana Mustinda
detikTravel
Pengunjung berada di samping situs Candi Blandongan di Kompleks Pencandian Batujaya, Desa Segaran, Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kemarin. Candi Blandongan merupakan percandian agama Budha Mahayana yang tertua di wilayah Kerajaan Hindu Tarumanagara, mendapat pengaruh dari Sriwijaya yang datang ke Karawang pada abad 7 Masehi. Grandyos Zafna/detikcom
Kerajaan Medang Kamulan. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kerajaan Medang Kamulan adalah kerajaan yang menjadi kelanjutan dari Kerajaan Mataram Lama di Jawa Tengah. Kerajaan Medang Kamulan berdiri tahun 929 dan didirikan oleh Mpu Sendok.

Kata "Medang" adalah nama lain dari Mataram. Sedangkan "Kamulan" berasal dari kata mula yang berarti pada awalnya. Dengan begitu, Medang Kamulan bisa diartikan berawal atau berasal dari Mataram.

Lokasi Kerajaan Medang Kamulan ini berlokasi di muara Sungai Brantas. Dan kerajaan Medang Kamulan bercorak Hindu-Buddha. Raja pertamanya adalah Mpu Sindok.

Dilansir dalam 'Mengenal Kerajaan-kerajaan Nusantara' oleh Deni Prasetyo, sebagai raja pertama dari Kerajaan Medan Kamulan, Mpu Sindok memerintah dengan adil dan bijaksana. Untuk mensejahterakan rakyatnya, Mpu Sindok membangun bendungan dan tanggul untuk perairan.

Mpu Sindok yang memerintah hingga tahun 947 akhirnya digantikan oleh putrinya bernama Sri Isyana Tunggawijaya yang kemudian menikah dengan Raja Lokapala. Dari perkawinannya lahir seorang anak laki-laki bernama Makutawangsawardhana yang kemudian naik tahta menggantikan ibunya.

Ia memiliki putri bernama Mahendradatta yang terkenal cantik. Ia pun kemudian menikah dengan Raja Udayana dari keluarga Warmadewa yang kala itu memerintah di Bali. Keduanya dianugerahi seorang putra bernama Airlangga.

Dalam buku 'Sejarah SMA/MA Kls XI-Bahasa', Airlangga pun berusaha memulihkan kejayaan Dinasti Isana tahun 1031 dengan memproklamasikan diri sebagai raja. Istana Medang Kamulan pun telah hancur, Airlangga kemudian memindahkan pusat kerajaannya di Kahuripan.

Airlangga berhasil membangun pelabuhan Hujung Galuh untuk mengembangkan perdagangannya. Pembuatan tanggul-tanggul di sepanjang Sungai Brantas juga memudahkan kapal besar masuk ke kotaraja Kahuripan.





Simak Video "Berlibur Ke Semburan Lumpur Bledug Kuwu Grobogan"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA