Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 24 Agu 2020 12:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Untuk Kalahkan Corona, Pesta Sekura Dihapus Tahun Ini

Tri Umaryani
detikTravel
Pesta Sekura di Lampung Barat
Pesta Sekura di Lampung Barat ditiadakan tahun ini. (Tri Umaryani/d'Traveler)
Bandar Lampung -

Festival topeng Pesta Sekura di Lampung Barat ditiadakan tahun ini karena virus Corona. Sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penularan COVID-19.

Virus Corona turut mempengaruhi Pesta Sekura yang biasanya dihelat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pesta rakyat yang telah menjadi tradisi ratusan tahun di negeri skala bekhak, negeri kopi di atas awan, negerinya topeng sekura berasal, negeri Lampung Barat itu harus mengalah dari Corona.

Pesta Sekura itu biasanya dilangsungkan mulai 2 Syawal atau hari kedua perayaan hari raya Idul Fitri hingga 10 Syawal. Tradisi Pesta Sekura menjadi ungkapan kegembiraan bagi masyarakat Lampung Barat setelah berpuasa selama satu bulan penuh.

Sekura berasal dari bahasa lampung yaitu Sekukha yang berarti penutup muka. Ada dua jenis lakon dalam pesta topeng Sekura.

Mereka yang memakai penutup muka kain khas Lampung Barat yang disebut selendang miwang dan berpakaian rapi dan bersih di sebut sekura betik atau sekura baik yang menggambarkan kebaikan. Sementara itu, mereka yang memakai penutup muka topeng kayu dengan ekspresi yg lucu dengan dilengkapi berbagai aksesoris yg lucu dan aneh digunakan oleh sekura kamak atau sekura kotor.

Dalam pelaksanaan Pesta Sekura akan diisi dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, tari-tarian, pencak silat, pantun, atraksi keliling, jual beli dan diakhiri dengan panjat pinang untuk memperebutkan berbagai hadiah yg ada di atasnya. Kegiatan panjat pinang hanya boleh diikuti sekura kamak, sedangkan sekura betik hanya sebagai penggembira.

Tradisi Pesta Sekura biasanya dilaksanakan bergantian antarpekon (pekon = desa di Lampung Barat). Tradisi Pesta Sekura itu memiliki nilai-nilai budaya yang luhur di kehidupan masyarakat yakni ajang silaturahmi, kebersamaan, kegotong-royongan dan juga nilai religi. Pekon tempat diadakannya Pesta Sekura akan menjadi tuan rumah, dan pekon lain akan mengirimkan kontingennya.

Semua masyarakat berbaur jadi satu, baik yang tua atau yg muda, yg kaya atau yg kurang beruntung tanpa membedakan status sosialnya. Bahkan, masyarakat yang telah keluar pekon untuk merantau ke kota akan selalu nantikan Pesta Sekura ini jika pulang ke kampung halamannya.

Pesta Sekura menyatukan masyarakat dan mengabaikan perbedaan. Semua bergembira turut serta merayakan Pesta Sekura. Kegiatan ini dapat berlangsung dari pagi hingga sore hari. Kegiatan ini juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Tapi, tahun ini Pesta Sekura ditiadakan. Para tetua adat menyampaikan petuahnya agar Pesta Sekura kali ini tidak dihelat. Tahun ini tahun keprihatinan, tahun saat semua umat dituntut khusyuk berdoa agar Yang Maha Kuasa segera menghilangkan wabah Corona dari bumi skala bekhak tercinta.

Hari raya Idul Fitri tahun ini pun mesti rela untuk tidak berdarma wisata menghirup segarnya udara negeri kopi di atas awan karena pembatasan sosial yg diumumkan pemerintah. Semoga badai Corona segera berlalu, tahan dulu rindumu sekuraku. Para penikmatmu akan selalu menantimu. Biarlah saat ini kami halu, mari kita bertemu di Hari Raya Idul Fitri 1442 H di negerimu.

***

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Tri Umaryani, dan sudah tayang di d'Travelers Stories. Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan, yuk kirim artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini.



Simak Video "Pesona Indahnya Pantai Pasir Timbul, Lampung"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT