Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Sep 2020 21:14 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tari Caci, Bukti Kedewasaan Pria Flores

Bonauli
detikTravel
Tarian Caci di Liang Ndara
Tarian Caci (Bonauli/detikcom)
Manggarai Barat -

Indonesia punya beragam tarian perang yang unik. Di Labuan Bajo tarian perang tersebut bernama Caci dan punya arti mendalam akan kehidupan. Tari Caci ini bisa ditemui di Desa Adat Liang Ndara, Flores. Caci adalah tari perang khas masyarakat Manggarai.

Nama Caci adalah kepanjangan dari Ca yang artinya satu dan Ci yang adalah uji. Ini adalah uji ketangkasan dalam pertarungan satu lawan satu.

"Ada filosofi hidup dari tarian caci, ini tentang hidup dan tingkat kedewasaan seorang laki-laki," ujar Kristoforus Nison, ketua lembaga Desa Adat Liang Ndara.

Kristo bercerita bahwa penari Caci ibarat manusia dan alam. Ada tameng di bagian kepala, tangan dan pinggang. Sementara tangan kanan memegang pecut untuk menyerang.

Tarian Caci di Liang NdaraTarian Caci di Liang Ndara Foto: (Bonauli/detikcom)

Dua pemain akan saling pecut dan menangkis. Filosofinya lelaki harus bisa menyusun strategi dengan baik dan belajar untuk mawas diri.

"Jika terkena pecut jangan kita langsung menyalahkan orang atau keadaan. Coba lihat diri kita, apakah kita punya salah dan harus introspeksi diri," terangnya.

Tari Caci juga mengajarkan kita untuk tidak mendendam, sportivitas, saling menghormati dan pesan damai. Pecutan yang diberikan oleh alam harus jadi pembelajaran mencapai kedewasaan.

Semakin banyak luka yang didapat oleh pria, konon semakin diperhitungkan, label pria dewasa tak perlu diragukan lagi. Bila sudah melalukan Caci, pria akan mendapatkan kehormatan dari tetua adat dan kaum perempuan Flores.

Tarian Caci di Liang NdaraTarian Caci di Liang Ndara Foto: (Bonauli/detikcom)

Kedewasaan yang dimaksud adalah mental kuat sebagai seorang pemimpin, minimal dalam keluarga. Pria harus bisa melihat hal baik dan buruk sebelum mengambil keputusan.

Tarian Caci memiliki 3 makna, yaitu Naring, Hiang dan Mengkes. Naring artinya memuji, Hiang adalah menghormati dan Mengkes artinya bergembira. Sehingga tarian ini memiliki makna menghormati sesama, bergembira sekaligus bersyukur kepada Tuhan.

Tarian Caci di Liang NdaraTarian Caci di Liang Ndara Foto: (Bonauli/detikcom)

Pakaian yang digunakan hanyalah celana putih dan kain adat berwarna hitam. Warna hitam adalah sakral yang artinya misteri kehidupan.

Sebelum mulai, dua petarung akan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Diiringi dengan lagu-lagu adat dan musik, petarung harus mengecek perlengkapannya. Aturannya pun sangat jelas, petarung hanya boleh melecutkan cambuk ke bagian tubuh atas, lengan, punggung dan dada.

Bicara soal sportivitas, jika perisai salah satu petarung lepas maka lawan tidak boleh menyerang. Petarung harus memegang perisai dengan benar.

Tarian Caci tak hanya menjadi suguhan dari Desa Adat Liang Ndara. Wisatawan yang datang pun diajak untuk mencoba merasakan tarian perang ini secara langsung. Kamu berani mencobanya?

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA