Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Nov 2020 12:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bertualang Naik Jeep Menaklukkan Taman Nasional Meru Betiri

Deny Prastyo Utomo
detikTravel
Bertualang naik jeep di Taman Nasional Meru Betiri
Foto: Bertualang naik jeep di Taman Nasional Meru Betiri (Deny Prastyo Utomo/detikTravel)
Jember -

Traveler penyuka adrenalin rasanya harus mencoba berpetualang naik mobil jeep menaklukkan Taman Nasional Meru Betiri. Dijamin seru dan bikin ketagihan!

Para penyuka wisata Indonesia, khususnya di Jawa Timur perlu mencoba Eco Adventure di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Jember dan Banyuwangi. Selain menambah pengalaman baru, berwisata dengan tetap menerapakan protokol kesehatan CHSE (Chealineass, Healthy and Enviroment Sustainability) akan terasa asyik dan aman saat berwisata.

Acara Eco Adventure yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tersebut dikemas dalam fun trip dengan menggunakan mobil jeep. Petualangan yang dimulai dari Jember tersebut, selama perjalanan peserta akan diajak menuju kawasan Taman Nasional Meru Betiri.

Para perserta akan diajak berkunjung ke UKM pembuatan tahu yang berada di Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Jarak yang ditempuh dari pusat Kota Jember menuju desa tempat pengerajin tahu tersebut membutuhkan waktu 1,5 jam.

Tidak hanya itu selama perjalanan, mata akan dimanjakan dengan view persawahan dan kawasan perkebunan. Tiba di sana, traveler akan bisa mengetahui cara pembuatan tahu yang sering jadi jujukan para wisatawan lokal dan wisatawan asing.

Bertualang naik jeep di Taman Nasional Meru BetiriBertualang naik jeep di Taman Nasional Meru Betiri Foto: Deny Prastyo Utomo/detikTravel

Di perkampungan itu, kurang lebih 200 kartu keluarga yang berprofesi membuat tahu yang sudah dijalankan selama tiga generasi.

"Kalau saya sendiri sudah sejak tahun 90-an. Saya kan generasi ketiga, dari mulai embah, ibu saya terus berlanjut ke saya," kata Muchlisin kepada detikcom, Rabu (18/11/2020).

Muchlisin mengaku sebelum ada pandemi corona melanda Indonesia, wisatawan asing sering berkunjung melihat pembuatan tahu di Desa Gambiran. Namun saat ini masih belum ada wisatawan asing yang berkunjung.

Bertualang naik jeep di Taman Nasional Meru BetiriWisatawan diajari cara memotong tahu Foto: Deny Prastyo Utomo/detikTravel

Meski begitu, Muchlisin mengaku produksi tahu di kawasan Desa Gambiran tidak lesu. Bahkan setiap hari mereka membutuhkan hampir 2 ton kedelai untuk bahan pembuatan tahu.

"Alhamdulillah meski pandemi. Tidak ada kendala dalam produksi. Karena tahu masih dibutuhkan untuk masyarakat kecil," ungkap Muchlisin.

Selain itu, di sana para pengunjung juga diajari cara memotong tahu dan melihat langsung proses pembuatan tahu dari bahan mentah hingga jadi. Tidak hanya itu protokol kesehatan pun dijaga ketat saat proses pembuatan tahu


SELANJUTNYA-------------->> Berkunjung ke Perajin Gula Kelapa

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kemenparekraf Sebut Sulsel Punya Potensi Pariwisata yang Kuat"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA