Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 30 Des 2020 21:18 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sugu Tinggi, Kerajinan Khas Suku Dayak Iban yang Dilirik Malaysia

Nasabah KUR Mikro BRI, Ade Sanjaya yang juga penyintas Disabilitas menyelesaikan kerajinan Sugu Tinggi Iban di kediamannya, Badau, Kalimantan Barat. Dari hasil kerajinannya itu, ia bisa meraih Omzet Rp 5 juta per/bulan. Sebagian besar Sugu Tinggi itu di ekspor ke negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam dan juga ke dalam negeri atau warga sekitar.
Sugu Tinggi, Kerajinan Khas Suku Dayak Iban (Rachman_punyaFOTO)
Badau -

Suku Dayak Iban punya kerajinan khas yaitu Sugu Tinggi. Rupanya kerajinan dari aluminium ini dilirik sampai ke negeri Jiran Malaysia. Seperti apa kisahnya?

Barangkali traveler masih belum banyak mendengar tentang Sugu Tinggi. Sugu Tinggi adalah kerajinan hiasan kepala khas dari Suku Dayak Iban yang hidup di pulau Kalimantan.

Rupanya Sugu Tinggi tak hanya laku di kalangan lokal saja. Kerajinan ini dilirik pula sampai ke negeri Jiran Malaysia. Salah satu pembuatnya, Sumiwati pun bercerita mengapa Sugu Tinggi bisa laku keras di Malaysia.

"Di Malaysia itu permintaan cukup banyak, untuk acara pernikahan, di sekolah, atau acara adat lainnya," kata Sumiwati.

Sugu Tinggi memang selama ini digunakan untuk acara adat. Namun tidak menutup kemungkinan digunakan untuk acara lainnya. Sugu tinggi buatan Sumiwati pun diburu oleh pengepul asal Malaysia. Satu set sugu tinggi lengkap dengan hiasannya dibeli pengepul seharga 20 ringgit atau setara Rp 69 ribuan.

Nasabah KUR Mikro BRI, Ade Sanjaya yang juga penyintas Disabilitas menyelesaikan kerajinan Sugu Tinggi Iban di kediamannya, Badau, Kalimantan Barat. Dari hasil kerajinannya itu, ia bisa meraih Omzet Rp 5 juta per/bulan. Sebagian besar Sugu Tinggi itu di ekspor ke negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam dan juga ke dalam negeri atau warga sekitar.Nasabah KUR Mikro BRI, Ade Sanjaya yang juga penyintas Disabilitas menyelesaikan kerajinan Sugu Tinggi Iban di kediamannya, Badau, Kalimantan Barat. Dari hasil kerajinannya itu, ia bisa meraih Omzet Rp 5 juta per/bulan. Sebagian besar Sugu Tinggi itu di ekspor ke negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam dan juga ke dalam negeri atau warga sekitar. Foto: Rachman_punyaFOTO

Perajin Sugu Tinggi lainnya, Ade Sanjaya bercerita bagaimana perkara membuat kerajinan Sugu Tinggi bisa mengubah hidupnya. Ade mengalami kecacatan akibat kecelakaan kerja di tahun 2013 silam. Namun dengan kegigihan dan ketekunan belajar membuat Sugu Tinggi, dia bisa mengubah nasib.

"Saya belajar sendiri, otodidak. Pertama kali coba itu satu lembar aluminium semua hancur, tangan saya juga kepukul martil," kisah Ade.

Meski tak mudah, Ade yang terpaksa harus kehilangan satu kakinya, dengan tekun mempelajari pembuatan sugu tinggi. Lambat laun dia semakin lihai dalam membuat sugu tinggi. Kualitas Sugu Tinggi buatan Ade juga diakui bagus.

Nasabah KUR Mikro BRI, Ade Sanjaya yang juga penyintas Disabilitas menyelesaikan kerajinan Sugu Tinggi Iban di kediamannya, Badau, Kalimantan Barat. Dari hasil kerajinannya itu, ia bisa meraih Omzet Rp 5 juta per/bulan. Sebagian besar Sugu Tinggi itu di ekspor ke negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam dan juga ke dalam negeri atau warga sekitar.Nasabah KUR Mikro BRI, Ade Sanjaya yang juga penyintas Disabilitas menyelesaikan kerajinan Sugu Tinggi Iban di kediamannya, Badau, Kalimantan Barat. Dari hasil kerajinannya itu, ia bisa meraih Omzet Rp 5 juta per/bulan. Sebagian besar Sugu Tinggi itu di ekspor ke negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam dan juga ke dalam negeri atau warga sekitar. Foto: Rachman_punyaFOTO

Akhirnya dari hasil berjualan Sugu Tinggi, Ade bisa membeli satu buah rumah. Ade yang juga nasabah KUR BRI sangat bersyukur bahwa berkat fasilitas kredit tersebut, dia bisa memperoleh modal untuk memulai dan mengembangkan usahanya.

"Ceritanya saya kekurangan modal, akhirnya ajukan KUR ke BRI. Dari KUR itu saya buat warung makan kecil-kecilan dengan istri. Alhamdulillah hasilnya sudah terlihat sekarang. Dan saya juga mau ambil karyawan untuk bantu buat sugu tinggi," kata Ade.

Ade berhasil membuktikan bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk berkarya. Siapa yang mau berusaha dengan keras, pasti nanti akan memetik hasilnya.

"Ya sebulan itu bisa lah dapat bersih 3-4 juta (rupiah). Dari sugu tinggi inilah saya dan suami bisa punya rumah, punya mobil," pungkas Sumiwati.


---

Program Tapal Batas mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan khususnya di masa pandemi. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA