Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 07 Mar 2021 09:17 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menengok Cantiknya Krisan dan Menikmati Coklat Banyu Langit di Yogyakarta

Maria Karsia
detikTravel
Menengok Cantiknya Krisan dan Menikmati Coklat Banyu Langit di Yogyakarta
Bunga krisan. Foto: Maria Karsia

Selain Sleman, kami juga berkunjung ke lokasi wisata alam gunung api purba desa Nglanggeran kecamatan Pathuk, kabupaten Gunung Kidul.

Ada beberapa lokasi ekowisata gunung purba yang dapat dikunjungi. Kami diajak fokus oleh Tria yang seorang peneliti pertanian untuk berkunjung ke tempat yang terkait erat dengan penelitian pertanian dan hasil nyata dari pengembangan teknologi pertanian.

Boleh dikatakan, ini wisata edukasi yang menarik juga. Selain menikmati alam gunung api purbanya dengan batu-batu gunung berusia 60-70 juta tahun atau umur tersier dengan batuan yang khas didominasi oleh aglomerat dan breksi gunung berapi, kamipun dipandu melongok Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran, yang merupakan satu dari 43 Taman Sains Pertanian/Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang dibangun Badan Litbang Pertanian.

Letaknya yang berada di kawasan wisata gunung api purba Nglanggeran, terintegrasi apik dengan lingkungan geopark. Di sini kita bisa melihat puncak gunung yang kelihatan dekat di depan mata.

Menengok Cantiknya Krisan dan Menikmati Coklat Banyu Langit di YogyakartaEmbung Nglanggeran. Foto: Maria Karsia

TTP ini dibangun untuk terus berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas di wilayah itu, yakni kakao yang menjadi produk andalan pertanian masyarakat sekitar. Coklat yang diproduksi, dinamakan Coklat Banyu Langit atau Air Langit.

Mengapa coklatnya dinamakan demikian, rupanya ada kisah menarik asal usul nama coklat itu. Siapa tak kenal Didi Kempot?

Penyanyi terkenal itu menciptakan tembang cinta berjudul Banyu Langit, yang menggambarkan gunung api purba Nglanggeran dan hawa dinginnya saat berada di salah satu situs geopark gunung Sewu.

Tak dinyana lagu itu turut membuat lokasi wisata menjadi terkenal di masyarakat, banyak orang tahu ada lokasi wisata gunung api purba Ngalanggeran justru setelah ada lagu Banyu Langit.

Memang suasana sejuk di gunung api purba lebih nikmat dirasakan sambil menyeruput hangatnya minuman coklat Banyu Langit yang diproduksi oleh petani kakao di situ.

Sebelum ada TTP, masyarakat hanya menjual produk kakao mentah, sejak TTP dibangun pada 2015, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta memberikan pendampingan teknologi kepada masyarakat untuk bisa memproduksi sampai kakao tersebut diolah menjadi coklat.

Selain minuman coklat, dijual juga produk dark coklat 70%. Coklat dengan tekstur lembut dan wangi ini, harganya pun cukup murah.

Menengok Cantiknya Krisan dan Menikmati Coklat Banyu Langit di YogyakartaGunung api purba Nglanggeran. Foto: Maria Karsia

Satu lagi yang tak kalah penting, bagi penggemar durian seperti saya, merasakan legitnya durian Montong, durian Bawor dan durian lokal juga merupakan kenikmatan tersendiri dari ekowisata di gunung api Nglangeran.

Setelah puas makan durian dan minum coklat, lokasi terdekat yang wajib dilihat adalah embung (tampungan air) kebun buah Nglanggeran seluas 0.34Ha. Sudah menikmati duluan buahnya, baru mengerti bahwa dari embung inilah, airnya digunakan untuk pengairan kebun buah kakao, durian montong, durian lokal serta kelengkeng.

Embung atau waduk mini yang dibangun pada tahun 2013, dan berada di ketinggian 495 mdpl ini juga merupakan primadona penikmat senja sebetulnya. Foto- foto sunset dari embung banyak dapat dilihat di intenet.

Sayang kami tak dapat berlama-lama menunggu senja, namun kami tetap dapat menikmati eksotisme alam sekitar dengan latar embung yang airnya biru kehijauan, sambil bersiul lirik lagu Banyu Langit dari Didi Kempot, yang baru saja saya dengarkan ketika menyeruput minuman coklat hangat tadi.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA