Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Jun 2021 17:18 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

7 Destinasi Wisata Selain Gunung Abbo di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Femi Diah
detikTravel
Leang-leang di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraeng, Sulses
Leang-leang di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraeng, Sulses (Getty Images/iStockphoto/Wildha Ardianti)
Jakarta -

Gunung Abbo di Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan menjadi perbincangan setelah satu pendaki perempuan yang hilang selama tiga hari ditemukan. Banyak spot wisata di TN itu.

Peristiwa itu dialami oleh Eva (24). Dia hilang di Gunung Abbo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak lama setelah pamit buang air kecil. Eva ditemukan tim SAR tiga hari kemudian.

Gunung Abbo memiliki lembah yang merupakan kampung dan ditinggali warga pada 1960-an. Tapi, kehidupan yang sulit membuat mereka meninggalkan kampung. Penyebabnya, sulit menjual hasil tanam, bahkan ke desa terdekat, Desa Leang-leang dan Desa Panaikang.

Kini perkampungan yang sudah mati itu biasa menjadi destinasi para pendaki yang mendaki ke Gunung Abbo. Para pendaki biasanya memerlukan perjalanan darat sekitar 1 hingga 2 jam dari Desa Panaikang ke Gunung Abbo.

Kawasan itu cukup menarik dengan bentangan karst yang dianggap bagus dan air yang selalu tersedia. Juga, beragam burung yang bisa dilihat dari dekat.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung atau juga disebut sebagai TN Babul, yang menjadi wilayah konservasi alam sejak 2004, memiliki sejumlah titik wisata.

Taman dengan luas sekitar 43.770 hektare itu memiliki wisata alam berupa lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis, air terjun, dan gua yang merupakan habitat beragam spesies fauna, termasuk kupu-kupu.

Di tahun 2019, TN Babul dinyatakan sebagai ASEAN Heritage Park sejak 2019.

Berikut deretan tempat wisata di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung:

1. Kerajaan Kupu-kupu

Alfred Russel Wallace menjuluki Bantimurung sebagai The Kingdom of Butterfly, Kerajaan Kupu-kupu. Dia meneliti lokasi itu antara tahun 1856-1857.

Selama setahun di sana, Wallace menyimpulkan terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu. Di sana juga terdapat 20 jenis kupu-kupu yang dilindungi dan spesies endemik.

objek wisata air terjun bantimurungMuseum kupu-kupu TN Bantimurung Fitraya Ramadhanny)

Tapi, kemunculan kupu-kupu dalam jumlah yang begitu banyak hanya terjadi dua kali dalam setahun, saat peralihan musim hujan ke kemarau ataupun sebaliknya. Biasanya, fenomena ini berlangsung hanya selama 1 hingga 2 pekan di setiap peralihan musim. Kupu-kupu cantik dengan beragam corak dan warna itu akan mati dengan sendirinya jika mencapai waktu antara 15 sampai 30 hari.

Lokasi wisata itu mudah ditemukan dengan adanya gapura kupu-kupu raksasa. Selain itu, juga menempel tulisan besar-besar Taman Nasional Bantimurung Bulukaraeng.

Di dalam kawasan itu juga ada Museum Kupu-kupu. Di dalam museum itu tersimpan ratusan awetan kupu-kupu.

Selain itu, wisatawan bisa menikmati aliran air terjun Bantimurung. Traveler diizinkan untuk basah-basahan di sana saat debit air dinilai cukup aman.

2. Gua-gua Prasejarah dan Tebing untuk Petulangan

Taman Nasional Bantimurung Bulukaraeng merupakan kawasan karts atau kapur. Setidaknya ada 400 gua yang berada di kawasan itu, dengan 89 di antaranya merupakan gua prasejarah.

Gua-gua di kawasan itu menyuguhkan keindahan stalaktit dan stalakmit, juga ornamen gua lainnya.

Selain itu juga ada gua prasejarah. Di gua prasejarah itu dinding-dinding guanya terdapat lukisan telapak tangan manusia, babi rusa dan berbagai macam artefak. Gambar telapak tangan ini disinyalir merupakan telapak tangan manusia purba. Letaknya berada di Gua Pettakere.

Bagi traveler yang menyukai tantangan, gua-gua di Bantimurung Bulusaraung memiliki beberapa spot untuk memanjat tebing dan telusur gua.

Salah satu gua yang direkomendasikan untuk petualang adalah gua vertikal Leang Pute. Gua ini seperti sebuah sumur yang amat sangat dalam dengan dinding-dinding yang dipenuhi dengan bebatuan yang meruncing. Kedalamannya 260-270 meter.

Traveler yang ingin menyusuri gua ini harus berbekal stamina, keahlian, peralatan, dan dukungan tim yang solid.

Merujuk situs menlhk, spot panjat tebing karst yang cukup terkenal diantaranya:

- Tebing Giant Label atau tebing depsos

tebing ini mencolok dengan tulisan "Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung" di dinding batu karst.

Spot panjat ini terletak di Kelurahan Kalabbirang tepat berada di belakang kantor Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja (PPSBR) "Makkareso" Maros. Tulisan besar ini memiliki tinggi dari permukaan tanah sekitar 75 meter dan lebar spot panjat sekitar 100 m.

- Tebing Biseang Labboro (Bislab)

Lokasinya berada di Desa Samangki, Simbang, Maros. Tebing ini berada di Kawasan Wisata Pattunuang Asue. Tinggi spot panjat sekitar 70 m dengan lebar sekitar 200 meter. Spot ini juga menyuguhkan keindahan alami dengan koridor karst berpadu dengan aliran sungai Pattunuang di tengahnya.

- Tebing Pakalu

Tebing ini berada di kelurahan Kalabbirang, Bantimurung dengan tinggi spot panjat sekitar 80 meter dan lebar spot sekitar 80 meter.

- Tebing Sanctuary Kupu kupu

Tebing ini berada di dalam dome raksasa dengan ketinggian mencapai 20 meter.

- Tebing Bulu Sakapao (Bellae)

Spot ini terletak di Kelurahan Bellae, Minasatene, Pangkep. Ketinggian dari permukaan tanah sekitar 45 meter dengan lebar spot panjat sekitar 10 meter.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA