Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 22 Sep 2021 16:56 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wisata Demak: Watu Lempit Girikesumo, Wahana Air dengan Batuan Unik

Watu Lempit Girikesumo di Demak
Watu Lempit Girikesumo Demak jadi primadona di akhir pekan. (Mochammad Saifudin/detikcom)
Jakarta -

Wisata air Watu Lempit Girikesumo di Dukuh Girikesumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah menawarkan wahana bermain air alami. Selain itu, bebatuan yang terdapat pada wisata tersebut berbentuk unik lantaran lama terkena arus dari hulu, sehingga nampak berlipat-lipat dan nampak simetris.

"Watu Lempit ini batu-batunya alami tanpa buatan. Ini sungai yang melintang dari Kabupaten Semarang Pringapus, kemudian menuju ke Bendung Barang. Batu di Watu Lempit ini memiliki jenis bebatuan yang khas dan sudah diteliti oleh berbagai teknik geologi," kata pengelola Wisata Watu Lempit Girikesumo, Fajar Wahyu Zulianto, di lokasi, akhir pekan lalu.

Selain wisata alam, Watu Lempit menawarkan wisata sejarah. Yakni, jembatan yang ada di area wisata itu.

"Watu Lempit Girikesumo ini juga merupakan wisata bersejarah dengan ikon jembatan roli (rel kereta api). Dulu, merupakan akses transportasi warg. Utamanya, akses perdagangan, akses mengangkut barang barang," kata Fajar.

Watu Lempit Girikesumo di DemakWatu Lempit Girikesumo di Demak Foto: Mochammad Saifudin/detikcom

Fajar menjelaskan wisata Watu Lempit buka setiap hari. Namun, merujuk data kunjungan, Watu Lempit ramai dikunjungi wisatawan setiap Sabtu dan Minggu, terutama Minggu.

Ia menuturkan tiket terjual dalam sepekan sekitar 500 - 700 tiket. Tiket retribusi wisata tersebut yaitu Rp 7.500 per orang.

Fajar menambahkan pengunjung wisata tersebut dari berbagai wilayah. Di antaranya, dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Grobogan, dan lainnya.

"Wisata Watu Lempit Girikesumo mulai banyak dikenal orang sejak 2020," ujar Fajar.

Watu Lempit Girikesumo di DemakWatu Lempit Girikesumo di Demak Foto: Mochammad Saifudin/detikcom

Kendati sudah banyak dikunjungi wisatawan, wisata di lahan Perhutani tersebut masih relatif sulit diakses wisatawan yang baru kali pertama datang, sebabnya tidak banyak penunjuk arah. Pengelola berencana membuat sign sistem dan menambah wahana permainan.

"Iya, ini pengelola akan membuat sign system dan google map agar mudah diakses. Selain itu, pengelola akan mengadakan festival bulanan nantinya. Bulan ini barongsai, nanti bulan depan akan ada pentas drumband, kuda lumping, dan lainnya Pertunjukan kesenian itu tadi dilakukan oleh pemuda desa sendiri," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Berenang Seru di Kolam Penginapan Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA