Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 02 Des 2021 15:21 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Danau Tamblingan: Kekuatan Air Doa yang Tangkal Wabah Penyakit

Putu Intan
detikTravel
Danau Tamblingan
Pura di Danau Tamblingan. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

FOKUS BERITA

Pesona Bali Utara
Buleleng -

Danau Tamblingan memiliki nuansa spiritual yang kental. Ini tak terlepas dari cerita masyarakat sekitar yang selamat dari penyakit berkat kekuatan doa dan air danau itu.

Danau Tamblingan menjadi sumber penghidupan dan begitu dijaga oleh masyarakat desa di sekitar danau yang terletak di Kabupaten Buleleng itu. Setidaknya ada empat desa yang memiliki ikatan batin kuat dengan Danau Tamblingan yaitu Desa Munduk, Desa Gobleg, Desa Gesing, dan Desa Umejero.

Dilihat detikcom dari situs Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, kisah mengenai Danau Tamblingan ini sudah eksis sejak berabad-abad lalu. Diceritakan pada abad 10-14 Masehi, lingkungan Danau Tamblingan adalah permukiman penduduk.

Permukiman ini pusatnya berada di Gunung Lesung yang posisinya berada di selatan danau. Akan tetapi karena satu alasan, penduduk di sana kemudian berpindah ke empat daerah yang jaraknya tak jauh dari danau.

Danau TamblinganDanau Tamblingan. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Mereka kemudian tinggal di empat desa yang sudah disebutkan sebelumnya. Meskipun telah meninggalkan Danau Tamblingan, mereka tetap memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesucian danau dan pura yang terdapat di sekitarnya.

Menurut cerita dalam Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul, masyarakat yang tinggal di wilayah Danau Tamblingan ini pernah dilanda wabah penyakit. Untuk menangani hal itu, seseorang disucikan kemudian turun ke sebuah danau untuk mengambil air yang kelak akan dijadikan obat.

Danau Tamblingan Bedugul, BaliDanau Tamblingan, Bali Foto: Kemenparekraf

Orang tersebut terus berdoa dan dengan kekuatan spiritual yang ia miliki, menjadikan air itu sebagai obat penyembuh bagi masyarakat desa. Sejak saat itu, danau tersebut disebut sebagai Tamblingan yang dalam bahasa Bali berasal dari dua kata yaitu Tamba (obat) dan Elingang (ingat atau kemampuan spiritual).

Hingga saat ini, Danau Tamblingan dianggap menjadi lokasi yang tepat untuk menenangkan jiwa. Itu karena danau itu dikelilingi hutan dengan udara yang sejuk.

Selain itu, di sana juga berdiri sejumlah pura yang membuat Danau Tamblingan menjadi wisata spiritual. Kehadiran pura-pura itu juga menjadi saksi perkembangan peradaban dan kebudayaan Bali.



Simak Video "Menjelajahi Desa Penglipuran, Ikon Tata Ruang Desa di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)

FOKUS BERITA

Pesona Bali Utara
BERITA TERKAIT
BACA JUGA