Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Des 2021 17:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Desa Cantik Temanggung yang Populer Berkat Tembakau

Desa wisata di Temanggung.
Desa Wisata Tlilir di Temanggung (dok istimewa)
Temanggung -

Nama Desa Tlilir di Temanggung mungkin belum begitu populer. Namun, desa wisata ini populer berkat komoditi tembakau yang jempolan.

Menyandang nama besar sebagai desa penghasil tembakau terbaik di dunia pun belum cukup bagi Desa Tlilir di Temanggung, Jawa Tengah. Warga pun masih harus terus berjuang demi roda perekonomian agar terus berputar.

Kebijakan pemerintah terkait ekspor tembakau ternyata masih merugikan para petani tembakau seperti dari Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Membanjirnya produk tembakau dari China sangat menyumbat suplai tembakau dari desa yang berada di kaki Gunung Sumbing ini. Selain itu berimbas pula pada rendahnya harga tembakau, serta suplai daun tembakau dari Tlilir ini pun tak mampu keluar banyak ke pangsa pasar dalam negeri.

Desa wisata di Temanggung.Desa wisata di Temanggung (dok Istimewa)

Fatur Rahman, kepala Desa Tlilir, menjelaskan tembakau ini sifatnya musiman. Harus ada sisi lain yang harus digali agar perekonomian desa ini terus mengalir dan berdiri secara mandiri.

Pariwisata dapat menjadi salah satu pijakan rasional untuk menggerakkan hal tersebut. Pasalnya, Desa Tlilir ini memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif untuk diangkat sebagai daya tariknya. Salah satunya kebudayaan warisan leluhur seperti mulai dari tanam hingga panen raya tembakau.

"Mulai dari tanam tembakau hingga panen raya itu ada ritualnya. Dan ini telah menjadi tradisi leluhur. Saat musim tanam para warga bawa ingkung ke kebun sebagai ucapan terima kasih kepada yang Maha Kuasa," ujar Fatur seperti dikutip detikTravel dari siaran persnya, Senin (20/12/2021).

Ia menambahkan Desa Tlilir memiliki event seni budaya tahunan yang terkait dengan tembakau. Oleh karena itu, tak salah jika Desa Tlilir mendeklarasikan diri sebagai Kampung Mbako. Selain sebagai penghasil tembakau terbaik di dunia, secara budaya Desa Tlilir terus menjaga tradisi leluhurnya.

"Tembakau dari salah satu warga Desa Tlilir pernah diuji di laboratorium di Jerman. Dan hasil uji laboratorium itu menyebut, jika tembakau dari warga kami menyandang hasil terbaik di seluruh dunia," dia menjelaskan.

Selain event terkait tembakau, Desa Tlilir pun masih memiliki event tahunan lainnya seperti Festival Domba yang diikuti lintas kabupaten, kemudian ada event Pasar Ahad Pahing yang memiliki perputaran rupiah 30 juta dalam setengah hari.

"Event-event tersebut berlangsung untuk mengisi ruang usai panen raya tembakau. Dengan harapan pergerakan roda ekonomi di desa kami terus berjalan stabil dari luar sektor tembakau," kata dia.

Selanjutnya: Punya festival tahunan sampai museum tembakau.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA