Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 22 Feb 2022 17:53 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Museum Vila Yuliana Ikon Soppeng, Dulu Kediaman Pejabat Belanda

Mono
detikTravel
Museum Villa Yuliana di Soppeng, Sulsel. (Mono/detikcom)
Museum Villa Yuliana di Soppeng, Sulsel. (Mono/detikcom)
Soppeng -

Museum Vila Yuliana dibangun di zaman Belanda. Itu merupakan hadiah untuk Ratu Kerajaan Belanda Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau dan putrinya, Ratu Juliana tapi tidak pernah terwujud.

Vila Yuliana berada di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kini, usia bangunan itu mencapai 117 tahun.

Bangunannya mencolok. So, tidak sulit menemukan Vila Yulliana saat traveler berada di Soppeng, tepatnya di wilayah Botto, Kecamatan Lalabata.

Vila ini dibangun pada tahun 1905 oleh Pemerintah Hindia Belanda era Mr CA Kroesen sebagai hadiah untuk Ratu Kerajaan Belanda Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau dan putrinya, Ratu Juliana yang saat itu berencana melakukan kunjungan ke tanah Bugis di Soppeng.

Begitu vila ini jadi dan siap huni, Ratu Wilhelmina dan Ratu Juliana malah batal berkunjung ke Soppeng karena faktor keamanan perang saat itu. Mereka pun tidak pernah menerima hadiah yang hingga kini masih berdiri kokoh di Bumi Latemmamala, julukan untuk Kabupaten Soppeng.

Meski sang ratu tidak pernah merasakan tidur vilanya, warga hingga kini tetap menamakannya Villa Yuliana, yang merujuk kepada nama Ratu Juliana.

Kini, bangunan yang dibangun dengan gaya arsitektur Indis, yaitu perpaduan gaya Eropa dan gaya lokal Bugis itu beralih fungsi menjadi museum dan landmark Bumi Latemmamala.

Villa Yuliana atau Mess Tinggi SoppengVila Yuliana atau Mess Tinggi Soppeng (Arnis Taher/d'Traveler)

Vila Yuliana Saksi Sejarah

Vila Yuliana dibangun di lokasi strategis yakni di puncak perbukitan Jalan Pengayoman Watansoppeng. Vila Yuliana berdekatan dengan rumah jabatan Bupati Soppeng.

Vila itu berada di lereng bukit, dekat sebuah masjid Agung Darussalam dan taman kalong.

Juru pelihara Vila Yuliana, Mustafa mengatakan vila awalnya disiapkan untuk akomodasi bagi ratu saat berkunjung ke Sulawesi Selatan. Meski tak sempat dipakai ratu Belanda, vila ini sempat digunakan sebagai kediaman resmi para pejabat Belanda.

"Dari tahun 1957-1992 Villa Yuliana belum pernah ditempati. Barulah ditempati pada 1992-1995 yang digunakan sebagai rumah penginapan perwira muda dari pemerintah daerah, polisi, dan pejabat tinggi lainnya," kata Mustafa kepada detikcom.

Villa Yuliana di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). (Mono/detikcom)Villa Yuliana di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). (Mono/detikcom)

Mustafa, yang sudah bertugas menjaga museum itu selama delapan tahun, mengatakan Vila Yuliana juga dianggap sebagai simbolis penyerahan kekuasaan dari Kerajaan Soppeng untuk Pemerintah Kolonial Belanda.

"Kerajaan Soppeng dianggap sebagai salah satu kerajaan lokal di Sulawesi Selatan yang telah setuju untuk menandatangani perjanjian untuk penyampaian power kepada Pemerintah Kolonial Belanda (Korte Veklaring). Kemudian, pada tahun 1908, pemerintah daerah seluruh kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan telah diintegrasikan ke dalam Pemerintahan Kolonial Belanda," kata Mustafa.

Meski sudah berusia seabad lebih, Vila Yuliana belum pernah direnovasi total kecuali bagian atapnya yang pernah berganti asbes. Seiring berjalannya waktu, bagian atap kembali menggunakan atap sirap seperti awalnya.

"Atap sirap itu kita pesan khusus di Kalimantan. Bahannya dari kayu ulir. Dan memang lama kalau di pesan," kata dia.



Simak Video "Berburu Batu Akik Pancawarna Lasminingrat di Bungbulang, Garut"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT