Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Mar 2022 06:41 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Satu Lagi Tempat Basah-basahan di Klaten, Umbul Diblarak

Tempat wisata Umbul Siblarak di Polanharjo, Klaten.
Umbul Siblarak dibangun di atas tanah desa. (Achmad Hussein Syauqi/detikcom)
Klaten -

Umbul Siblarak merupakan salah satu destinasi wisata pemandian di Kecamatan Polanharjo, Klaten. Memanfaatkan lahan kas desa.

Meski belum sepopuler Umbul Ponggok atau Umbul Manten, kolam mata air ini menawarkan suasana yang sejuk dan eksotis.

Umbul Siblarak, berada di wilayah Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

Untuk sampai ke kolam renang buatan itu, pengunjung harus melintasi sawah sekitar setengah kilometer dari jalan raya Tegalgondo-Janti. Jalan desa dengan rumbai tumbuhan menjalar yang dibuat lengkung menjadi peneduh bagi wisatawan yang berkunjung.

Setelah melintas jalan menurun, Umbul Siblarak yang berada di bawah persawahan akan terlihat. Dua kolam cukup besar yang dominan warna biru laut terbentang.

Di sisi utara umbul ada jalan setapak pertanian yang digunakan petani ke sawah. Pepohonan trembesi besar menjadikan kawasan umbul teduh tanpa atap.

Di lereng berbukit utara kolam dibangun rumah joglo sebagai aula, gazebo ditemani warung-warung kopi dan makanan kecil. Rimbunnya pohon membuat sinar matahari hanya samar terlihat.

Tempat wisata Umbul Siblarak di Polanharjo, Klaten.Tempat wisata Umbul Siblarak di Polanharjo, Klaten. Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Udara sejuk persawahan dengan mudah dicecap sambil berenang atau duduk minum kopi di taman. Meskipun terik, kawasan Umbul terasa teduh dengan gemericik air dari Umbul Manten yang menjadi suplai utama kolam.

Direktur Bumdesa Sinergi Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Hartoyo, menjelaskan Umbul Siblarak merupakan umbul baru. Lokasi umbul awalnya tanah kas desa yang tidak produktif.

"Itu lahan kas desa yang tidak produktif awalnya. Cuma ditanami padi, kemudian dibuat kolam," kata Hartoyo, Sabtu (19/3/2022) pagi.

Pembangunan umbul itu tidak lepas dari rintisan Kampung Dolanan tahun 2017. Saat itu yang ada hanya fasilitas outbound tetapi tidak ada kolam renangnya.

"Setelah outbound tidak ada kolam untuk jeguran (renang), ke Umbul Manten juga jauh sehingga dibangun Umbul Siblarak dengan biaya dana desa," kata Hartoyo.

Akhirnya, sambung Hartoyo, dibuatlah Umbul Siblarak dengan memanfaatkan air limpahan Umbul Manten yang besar. Air dialirkan dengan pipa ke dalam dua kolam Siblarak.

"Umbul Siblarak ada dua kolam, air merupakan air mengalir dari Umbul Manten. Dilengkapi juga dengan fasilitas lain untuk wisatawan perseorangan atau rombongan," Hartoyo menambahkan.

Setelah dioperasikan sekitar 2019, jelas Hartoyo, pengunjung semakin ramai. Tidak hanya warga lokal Klaten tetapi banyak dari luar kota dengan tiket Rp 8.000.

"Kapasitas pengunjung di Siblarak sekitar 2.000 orang. Tapi, awal pandemi COVID-19 jumlah dibatasi dan sekarang pengunjung mulai ramai lagi, ada dari Jatim, Jakarta tapi paling banyak Solo Raya," ujar Hartoyo.

***

Artikel ini sudah tayang di detikJateng. Untuk mendapatkan informasi seputar Surabaya dan sekitarnya, kunjungi tautan ini.



Simak Video "Water Gong, Ketika Sungai Kotor Disulap Jadi Wisata Penuh Ikan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA