Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Jun 2022 11:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Candi yang Terlupakan di Bandung, Terendam dan Tercemar Polusi

Yuga Hassani
detikTravel
Kondisi Situs Candi Bojongmenje Rancaekek Tak Terawat
Foto: Candi Bojongmenje (Yuga Hassani/detikcom)
Bandung -

Di Bandung ada sebuah candi yang terlupakan. Selama 20 tahun, candi ini dibiarkan terendam dan tercemar polusi. Tahukah kamu candi apa itu?

Namanya situs Candi Bojongmenje. Lokasinya berada di Kampung Bojong Menje, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Candi ini sering terendam banjir. Hal tersebut bisa terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi turun di kawasan tersebut.

Juru pelihara Situs Candi Bojongmenje, Dadang Nugraha (30) mengatakan banjir tersebut rata-rata memiliki ketinggian 1,5 meter. Tenggelamnya situs kerap menjadi langganan tiap tahunnya.

"Kalau banjir ini sudah menjadi rutinitas wilayah Bojongmenje ini. Dari intensitas hujan dalan setahun itu bisa minimal 3 kali kita selalu terendam. Dengan tinggi 1,5 meter, jadi udah jadi rutinitas tahunan," ujar pria yang kerap disapa Danu, Jumat (27/5/2022).

Lokasi situs candi Bojongmenje ini memang dikelilingi oleh Sungai Cimande, yang kerap meluap jika hujan dengan intensitas tinggi turun.

"Adanya sungai yang tak jauh dari lokasi candi menjadi salah satu faktor terjadinya banjir, karena untuk wilayah Bojongmenje itu dilingkari oleh sungai Cimande," ucapnya.

Dia menuturkan situs candi Bojongmenje terletak dihimpit oleh dua pabrik tekstil yang dari cerobong pabrik tersebut kerap menimbulkan asap.

"Adanya pabrik pasti bersentuhan langsung dengan limbah. Limbah batu bara (asap) dari atas, limbah cair dari bawah, yang mana sebetulnya membutuhkan perhatian ekstra, bagaimana seharusnya melakukan prioritas menangai hal itu," kata Danu.

Asap yang keluar dari pabrik tersebut memberikan efek yang begitu besar. Salah satunya adalah beberapa tanaman yang ada di situs Candi Bojongmenje tidak tumbuh dengan sempurna.

"Asap pabrik mempengaruhi ke lokasi candi. Bisa dilihat efeknya asap batu bara itu dari tanaman dan buah-buahan tidak ada yang matang, semuanya busuk. Jadi tidak bisa dimakan, terus daun-daunnya juga bisa dilihat hitam-hitam. Itu merupakan efek dari asap pabrik," ujarnya.

Menurut hasil penelitian, situs Candi Bojongmenje diperkirakan dibangun pada abad ke-7 dan ke-8 silam. Danu menjelaskan lokasi penggalian pertama candi Bojongmenje seluas 6x6 meter. Sementara hasil penelitian, luas candi tersebut berukuran 30 hektar dan typical candi Bojongmenje bukan candi tunggal melainkan candi komplek.

---

Artikel ini sudah naik di detikJabar dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Situasi di Objek Wisata Nuansa Riung Gunung Pangalengan Sejak PPKM"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA