Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 24 Sep 2022 14:25 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kutukan Pangeran dan Monyet Penghuni Situs Banjar Indramayu

Sudedi Rasmadi
detikTravel
Situs Banjar, Kabupaten Indramayu.
Situs Banjar ( Sudedi Rusmadi)
Jakarta -

Monyet yang konon jelmaan manusia di area Situs Banjar, Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu sudah berkurang. Total 41 ekor yang kabarnya tidak bisa berkurang dan bertambah, kini tersisa sekitar 6 sampai 7 ekor.

Kunci Buyut Situs Banjar, Raska (70) menjelaskan bahwa populasi hewan primata monyet saat ini berkurang. Hal itu terjadi karena selain tidak adanya pagar, juga faktor lingkungan.

"Iya, dulu sih 41 ekor tidak kurang tidak lebih, tapi lambat laun berkurang. Bahkan sempat berpindah wilayah karena di sini mungkin bau sampah atau terusik," kata Raska, Jumat (23/9/2022).

"Beranak tapi jumlahnya tetap segitu bahkan sekarang berkurang, tapi bukan karena meninggal atau apa soalnya tidak ada bangkainya," Raska menambahkan.

Situs Banjar, Kabupaten Indramayu.Situs Banjar, Kabupaten Indramayu. Foto: Sudedi Rusmadi

Pantauan detikJabar, koloni monyet di area Pemakaman Umum sekitar Situs Banjar tidak terlihat. Bahkan, keberadaan yang sering berpindah mulai jarang muncul.

Namun, keberadaan monyet di Situs Banjar ini melekat dalam sejarah Pangeran Surya Negara dalam upaya membendung banjir di sekitar lokasi tersebut.

Raska bercerita, pada tahun sekitar 1600-an Pangeran Surya Negara mendapat perintah membendung sebuah sungai yang deras dengan membawa bantuan 41 orang pekerja.

"Pangeran Surya Negara, membawa bala bantuan dari Kedokan sebanyak 41 orang. Tapi pas jam 12 siang, pekerja sudah istirahat tanpa seizin Pangeran," kata Raska.

Raska juga peragakan Pangeran Surya Negara ketika murka terhadap pekerja tersebut lantaran kemalasan dan dinilai rakus. Tanpa sengaja, terlontar sebuah kalimat dari Pangeran sehingga 41 pekerja berubah wujud menjadi kera.

"Monyet itu mengeluh dan menangis di hadapan Pangeran. Tapi Pangeran tegaskan, mereka tetap mendapat kecukupan makan dari orang yang memiliki janji di Situs Banjar ini," ucap Raska.

Setelah kejadian itu, Pangeran kembali mengerjakan tugas-nya dengan membawa bantuan, untuk membendung sungai Loganda Tisna yang kala itu dikenal cukup deras. Sehingga, jejak petilasan Pangeran Surya Negara diabadikan di sekitar Situs Banjar Indramayu.

---

Artikel ini telah tayang di detikJabar.



Simak Video "Dusun di Indramayu Terisolir Akibat Sering Dilanda Banjir Rob"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA