×
Ad

Batukaras is Not For Everyone, Tapi Gampang Bikin Jatuh Cinta

Nyimas Amrina Rosada - detikTravel
Rabu, 01 Apr 2026 07:13 WIB
Batukaras dikenal sebagai surga peselancar. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di media sosial, pernyataan seorang influencer yang dinilai menjelekkan kawasan wisata Pantai Batukaras menuai reaksi keras dari warganet.

Influencer itu mengeluhkan pengalaman liburannya di Pantai Batukaras akibat fasilitas penginapan dan pantai yang dinilai kotor karena banyak sampah. Pernyataannya tersebut dinilai melontarkan beberapa kalimat yang dianggap merendahkan, seperti menyebut masyarakat Pangandaran "bodoh," "tertinggal," hingga menggambarkan daerah tersebut seperti kampung yang tidak bisa berkembang.

Konten tersebut kemudian dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan luas di media sosial. Banyak warga net menyayangkan cara penyampaian kritik yang dinilai berlebihan dan tidak menghargai masyarakat lokal. Influencer itu pun akhirnya meminta maaf kepada warga karena sudah membuat gaduh.

Salah satu warga asli Pangandaran, Laura Hermawati menyebut Pantai Batukaras sebagai tempat yang menawarkan ketenangan dan kedamaian. Ia menekankan bahwa destinasi ini memang bukan untuk wisatawan yang mencari suasana modern atau serba mewah.

"Batukaras is not for everyone, kalau ekspektasinya adalah destinasi mewah dan serba urban, mungkin nggak akan cocok. Tapi bagi yang mencari ketenangan, ingin slowing down, dan menikmati alam, aku yakin kamu akan jatuh cinta pada Batukaras," kata Laura dalam wawancara saat dihubungi detikTravel, Selasa (31/3/2026).

Laura juga menggambarkan Batukaras sebagai desa nelayan kecil yang sederhana, namun memiliki daya tarik tersendiri. Menurutnya, masyarakat setempat dikenal hangat dan ramah, dengan kehidupan yang masih berjalan mengikuti ritme lokal.

"Batukaras itu desa nelayan kecil, charming, sederhana, masyarakatnya sangat hangat, dan alamnya cantik. With waves that attract surfers from around the world," tambahnya.

Ia mengatakan, pesona Batukaras justru terletak pada kesederhanaannya. Berbeda dengan kota wisata besar yang sudah banyak mengalami modernisasi, kawasan ini tetap mempertahankan nuansa alami.

Sejumlah penginapan dan kawasan kuliner pun dibangun dengan konsep ramah lingkungan, menggunakan material alami seperti atap dari daun, sehingga tetap selaras dengan alam sekitar.

"Saat ini juga semakin banyak villa dan cafe di Batukaras, yang sebagian besar dibangun dengan tetap memperhatikan lingkungan sekitar, menggunakan material alami seperti dahon (atap daun), jadi perkembangannya tetap terasa selaras dengan alam di sini. Bukan sengaja 'dipoles' seperti kota wisata besar," kata Laura.

Terkait isu kebersihan, Laura menilai bahwa persoalan sampah tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada warga lokal. Ia menyebut, meningkatnya jumlah wisatawan juga berkontribusi terhadap munculnya sampah di area pantai.

Laura juga menjelaskan bahwa masyarakat setempat secara rutin mengadakan kegiatan beach clean up sebagai upaya menjaga kebersihan Pantai Batukaras dan kawasan sekitarnya. Menariknya, inisiatif ini lahir dari kesadaran warga lokal sendiri.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Batukaras memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan, sekaligus berkomitmen menjaga keindahan alami pantai yang menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

"Warga Batukaras tuh udah menjaga banget kebersihan pantai dengan melakukan beach clean up rutin, tapi setiap tamu datang selalu banyak sampah berserakan. Tolong kalian perbaiki sendiri sikap kalian yang seperti itu," pesan pemilik akun @laurahermawati ini kepada wisatawan yang datang ke Pantai Batukaras.

Laura berharap ke depannya wisatawan maupun influencer yang ingin berkunjung ke suatu destinasi dapat terlebih dahulu mengenali karakteristik tempat yang akan didatangi. Hal ini penting agar ekspektasi yang dibawa sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga pengalaman liburan bisa lebih tepat dengan minat yang diinginkan.

Ia juga mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap orang memang memiliki preferensi yang berbeda, namun perlu disadari bahwa setiap pernyataan yang disampaikan di ruang publik dapat membawa dampak, terutama bagi masyarakat yang terlibat langsung di dalamnya.

"Kalau memang ada hal yang dirasa mengganggu atau tidak memuaskan, sebaiknya disampaikan dengan cara yang baik, atau langsung kepada pihak yang bersangkutan. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki," ujarnya.



Simak Video "Menyantap Hidangan Enak di Cafe Hits Sambil Menikmati Pemandangan di Pangandaran"

(ddn/ddn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork