Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Jun 2017 22:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

'Surga' Jatuh Di Ranu Kumbolo

Pradikta Kusuma
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Pagi yang menakjubkan
Pagi yang menakjubkan
detikTravel Community - Tak berlebihan jika Ranu kumbolo di Gunung Semeru disebut-sebut sebagai surga yang jatuh. Karena memang, keindahannya luar biasa!

Akhirnya setelah sekian lama aku akhirnya kembali ke sini, ya ke Ranu Kumbolo sebuat tempat yang membuat aku selalu ingin kembali. Seakan mendapat suntikan semangat baru aku segera menunaikan salat shubuh. Salat di antara kemegahan alam seperti ini semakin bisa membuat aku dekat kepada Sang Pencipta.

Suhu udara dingin menusuk diantara gerakan sholatku sungguh pengalaman terbaik beribadah. Setelah selesai semua aku segera melempar sarung ke dalam tenda dan melompat kegirangan seperti dahulu, ketika aku baru pertama kalinya melihat keindahan Ranu Kumbolo dengan mata kepala sendiri.

Perasaan bahagia ini sama seperti pagi dahulu ketika aku bertemu dengan es-es serut di tepian danau ini, pertemuan pertama dalam hidup dengan es langsung buatan alam. Hampir setahun lalu aku ke sini namun kenangan indah itu selalu ada dan kembali aku ulang pagi ini. Kalimat kecil pun muncul dari mulutku yang dingin, aku cinta Ranu Kumbolo. Dengan sedikit berlari-lari kecil di pinggir danaunya, aku langsung bergabung dengan kawan kawan yang lain. Tertawa bersama berbagi suka ria di sini di tepian danau terindah di jawa ini kami bersama menyambut sebuah pagi. Pagi yang sempurna, selamat datang Sang Fajar.

Tak pernah kehilangan pesonanya, ya itulah Ranu Kumbolo. Walaupun tempat ini semakin ramai saja beberapa tahun belakangan dengan berbagai kontroversi dari sebuah film karya anak negeri, tempat mendirikan tenda yang sudah tak seleluasa dahulu, tampak sampah yang semakin banyak di beberapa sudut.

Bahkan di salah satu sudut danau ada sekelompok orang yang dengan bebasnya mandi dengan bersabun ria. Sungguh miris sebenarnya melihat itu semua itu. Namun saat ini tampaknya makin banyak juga yang sekumpulan orang yang makin peduli akan kelestarian Ranu Kumbolo ini, secara berkala sering diadakan operasi bersih gunung dan penyuluhan terhadap para pendaki. Menurut informasi juga saat ini jika kita tidak diperbolehkan mendirikan tenda tepat di pinggir danau dan bahkan terpasang police line di tepian danau.

Tapi entah kenapa perasaan ingin kembali ke sini selalu ada, entahlah mungkin tempat ini ada tarikan magis yang selalu membuat orang kembali ke sana. Tapi yang jelas Ranu Kumbolo adalah salah satu surga dari sejuta surga yang ada di Indonesia.

Matahari pagi itu semakin meninggi dan mulai menghilangkan kabut tipis dingin diatas permukaan Ranu Kumbolo. Lagi-lagi waktu memacunya dengan cepat, ia seperti menyampaikan pesan-pesan dari para penikmat alam, pecinta alam atau apalah namanya 'jagalah warisan alam ini seperti kalian menjaga ibu kalian sendiri'. Pesan untuk semua penghuni semesta alam. Sinar matahari ini sebagai pelecut semangat kami dan penghangat dari semua tekad yang kami miliki.

Di tepian danau ini di antara batang batang pohon yang roboh aku bersama saudara dan kawan-kawanku melihat sebuah lukisan alam, sebuah mahakarya Sang Pencipta. Air danau bak cermin raksasa yang memantulkan semua kecantikan dari bukit, rumput hijau, dan air jernih Ranu Kumbolo. Bukit-bukit hijau yang mengelilingi Ranu Kumbolo ini semakin menambah keelokan, tampak dari jauh bak permadani hijau yang terhampar begitu saja di antara perbukitan.

Kalau boleh saya katakan inilah spot danau terbaik di tanah Pulau Jawa, tak berlebihan tapi memang begitulah adanya. Saya yakin Tuhan mencintai negeri ini, karena Tuhan telah menurunkan tempat seindah ini di Indonesia.

Aku memandang jauh, di seberang sana tampak warna-warni dari berbagai tenda yang menancap tegak di tepian danau dan aku yakin mereka semua memiliki perasaan yang sama yaitu bahagia berada di sini. Tetapi aku kurang begitu yakin dari sekian banyak orang di sini mempunyai cara pandang yang sama akan alam. Akankah mereka menjaga keindahan ini? Ataukah mereka hanya sekedar menikmati dengan sikap acuh tak acuh terhadap kelestarian?

Ahh biarlah kenapa aku bingung memikirkan hal itu, namun satu yang pasti aku berharap agar Ranu Kumbolo tetap lestari dan ia tetap bisa memberikan kebahagiaan kepada semua orang yang mengunjunginya sampai nanti sampai bumi menjadi semakin menua, satu rangkaian kata untukmu, 'terima Kasih Ranu Kumbolo'.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Shinkansen Made In China

Sabtu, 23 Sep 2017 23:15 WIB

China punya kereta 'Shinkansen' baru bernama Fuxing. Kereta cepat ini mampu melaju dengan kecepatan 400 Km/jam. Traveler mesti coba kalau liburan ke China.