Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 23 Apr 2018 10:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Begini Rute ke Pulau Pisang di Lampung

Wiyasti Dwiandini
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Panorama dari puncak menara pandang
Panorama dari puncak menara pandang
detikTravel Community - Selain Pahawang, banyak destinasi wisata pantai lainnya yang cantik di Lampung. Salah satunya pulau pisang yang bisa dicapat melalui jalur darat dan laut.

Sudah dari awal tahun lalu saya merencanakan ingin sekali mengunjungi Pulau Pisang di Lampung, karena menurut cerita orang ini merupakan pulau yang cantik. Akhirnya saya membuat rencana untuk menjelajah Pulau Pisang.

Perjalanan menuju Pulau Pisang memakan waktu yang cukup panjang. Untuk menuju ke sana saya menggunakan transportasi darat dan laut. Mulai dari menyeberang Merak-Bakauheni, melewati Bandar Lampung, terus menuju barat Lampung, melewati Taman Nasional Bukit Barisan, Krui dan akhirnya sampai di pelabuhan kecil di Pantai Tembakak pada pukul 1 siang.

Pelabuhan Tembakak inilah tempat kami menyeberang untuk ke Pulau Pisang, sebenarnya bisa saja kalau menyeberang lewat Krui, namun durasi penyeberangan lebih lama sekitar 1 jam. Kalau lewat Pelabuhan Tembakak hanya 10 menit.

Untuk menyeberang ke Pulau Pisang kita menggunakan kapal nelayan yang sangat kecil dan unitnya hanya sedikit, kapal ini juga dijadikan transportasi rutin warga setempat untuk menyebrang Pulau Pisang-Tembakak.

Kita menunggu kapalnya bersandar di Pelabuhan Tembakak untuk menjemput kita hampir 4 jam. Hal ini dikarenakan kapal yang sedikit itu disewa oleh satu rombongan sehingga kita harus menunggu kapal yang kembali.

Akhirnya kami sampai di Pulau Pisang pukul 17.30, hari sudah gelap dan magrib akan menjelang. Sampai di Pulau Pisang kami langsung menuju penginapan di rumah warga setempat. Awalnya saya pikir Pulau Pisang itu hanya sebuah pulau kosong untuk wisata seperti Pulau Pahawang. Ternyata Pulau Pisang itu sebuah desa terpencil yang banyak pendudukanya.

Bangunan rumah warganya sangat khas dan eksotik tapi sayang banyak sekali rumah kosong di sana karena ditinggalkan oleh pemiliknya untuk bekerja di kota. Menurut saya Pulau Pisang cukup misterius.

Listrik dan penerangan di Pulau Pisang hanya menggunakan genset dan tenaga Surya. Untuk genset ada mulai pukul 6 sore sampai dengan jam 12 malam, sedangkan listrik tenaga suryanya digunakan dari jam 12 malam sampai dengan 6 pagi.

Dikarenakan kapal terakhir di pagi hari dari Pulau Pisang menuju Tembakak itu jam 7 pagi dan baru ada lagi pukul 2 siang. Sesampainya di penginapan dan sebelum hari gelap kmai langsung menjelajah Pulau Pisang.

Di Pulau Pisang tidak banyak yang bisa dieksplor. Di sana hanya ada menara pandang, sumur putri, sekolah buatan Belanda yang masih berdiri kokoh sampai sekarang dan tentu saja pasir dan pantainya yang cantik. Walau tidak banyak yang dapat dieksplor tapi memang Pulau Pisang adalah pulau yang cantik, juga misterius.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED