Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Jul 2018 13:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Sejarah di Bandung, Ke Museum Sri Baduga Yuk!

Foto 1 dari 5
Bangunan museum Sri Baduga
Bangunan museum Sri Baduga
detikTravel Community - Traveler yang gemar wisata sejarah, coba deh ke Museum Sri Baduga. Banyak benda bersejarah dari Jawa Barat di sana.

Bandung memang tujuan wisata populer bagi anda penikmat kuliner dan penggemar fashion. Namun kota Bandung juga kaya akan sejarah, tidak heran banyak turis yang berkunjung menikmati objek wisata sejarah, meliputi jalan-jalan bersejarah seperti Asia Afrika dan Braga, bangunan seperti gedung Sate dan gedung Merdeka, serta museum seperti museum Geologi dan Sri Baduga. Pada hari Minggu 8 Juli 2018 saya bersama-sama teman satu komunitas berkunjung ke museum Sri Baduga.Dengan harga tiket Rp3000 per-orang kami sudah bisa masuk ditemani oleh pemandu.

Museum Sri Baduga menyimpan koleksi benda-benda mulai dari zaman prasejarah hingga zaman kolonial, tidak hanya itu museum ini juga menyimpan barang-barang berseni tinggi yang tidak ternilai. Barang seni itu berasal dari sumbangan para seniman maupun kolektor. Nama museum diambil dari seorang nama raja Pajajaran yaitu Prabu Siliwangi yang bergelar Sri Baduga Maharaja. Museum Sri Baduga sendiri diresmikan pada tahun 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Daoed Joesoef.

Bagi Anda yang ingin mempelajari sejarah Jawa Barat secara lengkap disarankan mengunjungi museum Sri Baduga. Museum Sri Baduga mempunyai 3 lantai berisi koleksi yang berbeda-beda berdasarkan kronologisnya. Pada lantai 1 pengunjung akan melihat koleksi yang berkaitan dengan zaman purba seperti fosil-fosil hewan dan tumbuhan serta manusia purba yang dulu hidup di wilayah Jawa Barat. Lantai 1 juga mengajak pengunjung untuk mengetahui sejarah alam di Bandung yang pada masa prasejarah merupakan sebuah danau besar, tidak hanya itu di lantai ini juga menyimpan replika batu tulis peninggalan kerajaan Pajajaran dan prasasti-prasasti lainnya. Pada lantai 2 pengunjung akan melihat koleksi sejarah yang berkaitan dengan unsur budaya. Disini menampilkan alat-alat yang dipakai masyarakat pada masa lalu seperti alat pertanian, dapur, uang atau alat tukar dari zaman prasejarah hingga zaman kolonial, beragamnya busana pengantin di beberapa daerah Jawa Barat serta busana juragan-juragan tuan tanah pada masa kolonial. Tidak ketinggalan naskah-naskah kuno pun ada di lantai dua. Sebelum menelusuri lantai 3 ada ruang yang berpintu besi tebal dan di baliknya juga ada pintu jeruji seperti layaknya pintu tahanan. Ruang ini menyimpan benda-benda kuno dan karya seni yang lebih bernilai dibanding koleksi lainnya, kata pemandu koleksi itu disebut sebagai “Masterpieceâ€. Meliputi lukisan yang sungguh mempesona, senjata-senjata pusaka, koin emas, perhiasan dan lain-lain. Sayang sekali saya tidak berkesempatan masuk karena petugas yang memegang kunci sedang tidak ada, namun pengunjung akan melihat jelas salah satu koleksi di ruang itu yang adalah lukisan Prabu Siliwangi sedang berdiri di tengah para tentara dan harimau. Konon menurut pemandu jika kita menghitung harimau di lukisan itu maka di waktu berikutnya jumlah harimau di lukisan itu akan berrubah. Saran pemandu bagi pengunjung yang ingin masuk ke ruang koleksi Masterpiece agar berkunjung pada hari Selasa sampai Jumat.

Di lantai 3 kita akan melihat koleksi benda-benda yang berkenaan dengan mata pencaharian, industri, perjuangan, seni bahkan alat-alat permainan anak-anak. Ada koleksi yang sangat menarik disini yaitu kecapi yang sangat besar yang merupakan hibah seorang warga Sumedang. Kecapi ini berbentuk makhluk dua kepala di ujungnya yaitu kepala harimau dan naga karena itu disebut kecapi Naga Maung. Kecapi ini berwarna emas  dan terbuat dari kayu jati.

Karena sangat indah, kecapi ini menjadi koleksi yang tak luput dari mata pengunjung. Selain kecapi terdapat pula instrumen lainnya seperti gamelan, juga deretan wayang golek khas Jawa Barat. Setelah kita selesai mengunjungi lantai 3, pengunjung akan diarahkan kembali ke lantai 1 dimana pengunjung bertemu dengan pemandu di awal kunjungan. Pemandu menjelaskan sejarah dari koleksi-koleksi di museum dengan panjang lebar, sehingga kaki saya cukup pegal akibat terlalu lama berdiri. Untuk mengurangi rasa pegal karena tidak kuat berdiri, museum juga menyediakan bangku bangku panjang untuk pengunjung. Bagi Anda yang berminat ingin berkunjung, Museum Sri Baduga terletak di Jl.BKR no.185, Kota Bandung, Jawa Barat, sebelah selatan taman Tegalega. Gedung museum berbentuk rumah tradisional sunda ini juga memiliki parkir yang sangat luas tak heran banyak wisatawan yang datang menggunakan bus.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED