Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Agu 2019 14:33 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cuma Modal Dengkul, Bisa Nikmati Lautan Awan Gunung Sindoro

Megantoro
d'travelers
Foto 1 dari 5
lebih kurang 1 jam untuk jalan dari Basecamp ke kaki gunung sindoro.
lebih kurang 1 jam untuk jalan dari Basecamp ke kaki gunung sindoro.
detikTravel Community - Menikmati pemandangan indah lautan awan Gunung Sindoro tak perlu modal banyak. Cukup dengkul yang sehat dan tenaga yang kuat, kamu sudah bisa merasakannya!

Pernahkah terlintas di pikiran kalian, untuk menikmati lautan awan dan gemerlap lampu kota hanya bisa dilihat ketika kita naik pesawat dan terbang di ketinggian kurang lebih 35.000 kaki. Untuk hal tersebut mungkin kalian harus merogoh kocek seharga endorse di akun selebgram terkenal.

Lalu bagaimana caranya dengan hanya modal lutut dapat menikmati lautan awan dan gemerlap lampu kota? Mendakilah!

Mungkin bagi kaum milenial tidak asing lagi dengan dunia pendakian. Sekarang banyak para pendaki bermunculun di gunung, baik itu dengan peralatan lengkap maupun dengan peralatan ala kadarnya. Banyak gunung di Jawa Tengah yang setiap weekend ramai dikunjungi para pendaki.

Salah satunya Gunung Sindoro. Salah satu gunung yang memiliki spot view mantul ini rekomended sekali untuk kalian para pendaki. Dengan biaya retribusi yang cukup murah yaitu Rp 15.000, kalian akan mendapatkan pesona keindahan lautan awan Gunung Sindoro dan beberapa view gunung-gunung di jawa tengah.

H+3 Lebaran Idul Fitri yang lalu, saya dan 2 teman memutuskan untuk mendaki ke Gunung Sindoro dimana cuaca saat itu musim kemarau. Musim kemarau semua gunung akan menghadirkan pemandangan yang sangat indah dan inilah surganya para pendaki.

Akan tetapi, meskipun musim kemarau jangan lupa perlengkapan harus lengkap, tak terkecuali jas hujan untuk berjaga-jaga apabila tiba-tiba hujan karena kita tidak akan tahu kondisi cuaca di gunung.

Sebelum melakukan pendakian, dari pihak basecamp akan melakukan pengecekan satu persatu apa saja yang dibawa oleh para pendaki. Kita tidak diperbolehkan membawa tisu basah dan perlengkapan harus lengkap jika tidak maka kalian harus skip dulu untuk mendaki. Menurut saya ini sangat membantu demi menjaga kelestarian gunung dan juga keselamatan para pendaki. jadilah pendaki yang safety dan taati peraturan yang berlaku di setiap gunung.

Setelah dilakukan pengecekan dari pihak basecamp. Kita start mendaki sekitar pukul 11.00 siang. memang cukup siang untuk start karena saat itu jumlah pendaki Gunung Sindoro kurang lebih 1000 orang dan petugas pengecekan dari pihak basecamp yang saya rasa kurang jumlah personil sehingga cukup lama untuk melakukan pengecekan satu persatu.

Kita mendapat mandat dari pihak basecamp untuk turun dari puncak sebelum jam 12 siang. Dimana Gunung Sindoro yang masih aktif ini mengeluarkan belerang yang mungkin berbahaya bagi para pendaki.

Kita sampai di camp ground atau pos 3 sekitar pukul 5 sore. Cukup lama. Ya karena kita pendaki bukan pelari. Seperti yang dilakukan setiap para pendaki, tiba di camp ground atau pos 3 kita melakukan ritual bongkar-bongkar tas carrier dan Isoma.

Dari campground kita melakukan pendakian ke puncak sekitar pukul 3 dini hari. selama perjalanan ke puncak di ketinggian sekitar 2800 Mdpl kita dimanjakan dengan pemandangan gemerlap lampu kota wonosobo. Sekitar jam 5 pagi kita akan melihat awan-awan mulai berkumpul dan jangan lupa untuk menikmati sunrise karena ini juga merupakan salah satu bonus bagi para pendaki.

Sekitar jam 8 pagi saya sampai puncak Gunung Sindoro. Dari puncak kita bisa melihat lautan awan yang mengelilingi Gunung Sumbing dan Sindoro. Beberapa gunung lainnya seperti Gunung Merapi, Merbabu, dan Lawu juga dapat kita lihat dengan sangat indah.

Ingat, sobat dtraveler yang ingin mendaki Gunung Sindoro diperlukan latihan fisik karena medan yang cukup terjal. Tidak disarankan untuk pendaki pemula ya!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA