Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Nov 2019 14:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jangan Nodai Ranu Kumbolo!

adyt alkautsar
d'travelers
Foto 1 dari 3
detikTravel Community - Ranu Kumbolo sangat terkenal di kalangan para pecinta alam. Sayang, masih banyak traveler tidak bertanggung jawab yang menodai Ranu Kumbolo

Siapa yang tidak pernah mendengar Ranu Kumbolo? Saya kira kita sudah cukup familiar dengan salah satu destinasi favorit wisata yang berada di ketinggian 2400 mdpl di kaki gunung Semeru, Lumajang-Jawa Timur ini.

Untuk sampai di Ranu Kumbolo, dari pos pendakian Ranu Pani kita berjalan sejauh kurang lebih 4 jam. Treknya cukup landai dan bersahabat, hanya perlu kesiapan fisik, mental, logistik dan yang pasti kesabaran.

Hingga detik ini danau Ranu Kumbolo di percaya oleh masyarakat suku Tengger dan ummat Hindu sebagai tempat suci dan keramat. Sama halnya seperti gunung Bromo dan puncak Mahameru yang di keramatkan juga oleh mereka.

Alangkah tidak bijaknya kita sebagai wisatawan, menodai tempat suci yang di yakini masyarakat Tengger dan Hindu ini. padahal saat di pos Ranu Pani, pendaki maupun wisatawan telah di briefing terlebih dahulu terkait peraturan, larangan serta pengetahuan tentang segala sesuatu yang ada di TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).

Termasuk tentang Ranu Kumbolo, aturan mengenai cara mengambil air dari danau tersebut, dimana harus menggunakan perantara seperti gelas, botol, gayung, dan sebagainya. Tidak boleh langsung menyentuh dengan tangan. Apalagi mandi di danau, sangat-sangat dilarang.

Semua kegiatan harus dilakukan dalam radius kurang lebih 15 meter dari bibir danau, termasuk dalam mendirikan tenda. Semua ini guna menjaga kebersihan serta kesucian air danau agar tidak tercemar.

Namun tetap saja, masih banyak pendaki ataupun wisatawan yang abai. Masih saja melanggar aturan yang ada. Dari mulai membuang sampah serta limbah makanan seenaknya di sekitar bibir danau dan camping ground.

Hingga ada yang mengambil air danau langsung tanpa perantara dan membersihkan peralatan masak dengan jarak sangat dekat dari danau, sehingga limbahnya mengalir masuk ke danau. Hal inilah yang menyebabkan air danau jadi tercemar kejernihan serta kesuciannya. Cukup miris.

Mari bersama-sama sejak detik ini, sebagai manusia yang memiliki hati dan akal. Jika kita diberi kesempatan berkunjung ke Ranu Kumbolo maupun destinasi wisata lainnya, tolong banget untuk memperhatikan aturan yang ada, hormati tradisi dan budaya setempat, gausah neko-neko, cukuplah kita menikmati keindahan surga dunia yang Tuhan turunkan di muka bumi ini tanpa harus merusaknya.

Bisa kan?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA