Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 07 Okt 2017 22:55 WIB

PHOTOS

Foto: Tradisi Balap Sapi Khas Minang

Tanah Datar - Berkunjung ke Sumatera Barat, traveler harus mampir ke Kabupaten Tanah Datar. Di sana traveler bisa lihat tradisi Pacu Jawi yang sudah turun temurun.

Bagi masyarakat minang di Kabupaten Tanah Datar, waktu usai panen menjadi momen untuk bersyukur dan berterima kasih atas hasil bumi yang melimpah. Ungkapan terima kasih itu pun dituangkan lewat tradisi Pacu Jawi atau balap sapi (Randy/detikTravel)
Bagi masyarakat minang di Kabupaten Tanah Datar, waktu usai panen menjadi momen untuk bersyukur dan berterima kasih atas hasil bumi yang melimpah. Ungkapan terima kasih itu pun dituangkan lewat tradisi Pacu Jawi atau balap sapi (Randy/detikTravel)
Digilir di lima kecamatan di Kabupater Tanah Datar, tradisi Pacu Jawi ini pun selalu dinanti baik oleh masyarakat sekitar maupun turis asing (Randy/detikTravel)
Digilir di lima kecamatan di Kabupater Tanah Datar, tradisi Pacu Jawi ini pun selalu dinanti baik oleh masyarakat sekitar maupun turis asing (Randy/detikTravel)
Sapi yang akan dipakai balap akan lebih dulu dipakaikan semacam sadel dari kayu Nantinya sadel itu akan jadi pijakan kaki sang joki (Randy/detikTravel)
Sapi yang akan dipakai balap akan lebih dulu dipakaikan semacam sadel dari kayu Nantinya sadel itu akan jadi pijakan kaki sang joki (Randy/detikTravel)
Namun bukan di sawah kering atau yang sudah ditanami padi, Pacu Jawi dilakukan di sawah kosong yang basah dan belum ditanami (Randy/detikTravel)
Namun bukan di sawah kering atau yang sudah ditanami padi, Pacu Jawi dilakukan di sawah kosong yang basah dan belum ditanami (Randy/detikTravel)
Setelah sapi dipersiapkan, rekan sang joki akan melepaskan sang sapi. Kaki kiri dan kanan sang joki pun mantap menginjak sadel yang diikatkan pada sapi. Sedangkan kedua tangan sang joki masing-masing memegang ekor sapi (Randy/detikTravel)
Setelah sapi dipersiapkan, rekan sang joki akan melepaskan sang sapi. Kaki kiri dan kanan sang joki pun mantap menginjak sadel yang diikatkan pada sapi. Sedangkan kedua tangan sang joki masing-masing memegang ekor sapi (Randy/detikTravel)
Dalam hitungan detik, sontak kedua sapi yang dilepaskan langsung berlari layaknya banteng melihat warna merah. Keahlian sang joki untuk menuntun kedua sapi tanpa terlepas pun langsung diuji. Cipratan lumpur pun langsung mengguyur sang joki (Randy/detikTravel)
Dalam hitungan detik, sontak kedua sapi yang dilepaskan langsung berlari layaknya banteng melihat warna merah. Keahlian sang joki untuk menuntun kedua sapi tanpa terlepas pun langsung diuji. Cipratan lumpur pun langsung 'mengguyur' sang joki (Randy/detikTravel)
Barangsiapa yang dapat menunggangi sapi paling lurus, dia lah pemenangnya. Penampilan masing-masing joki pun dinilai langsung oleh pemangku adat dan masyarakat yang menonton (Randy/detikTravel)
Barangsiapa yang dapat menunggangi sapi paling lurus, dia lah pemenangnya. Penampilan masing-masing joki pun dinilai langsung oleh pemangku adat dan masyarakat yang menonton (Randy/detikTravel)
detikTravel pun sempat mewawancarai salah satu joki yang bernama Lano. Ia sendiri mengaku sudah 15 tahun bermain pacu jawi (Randy/detikTravel)
detikTravel pun sempat mewawancarai salah satu joki yang bernama Lano. Ia sendiri mengaku sudah 15 tahun bermain pacu jawi (Randy/detikTravel)
Usai berlaga di pacuan, sapi yang sudah mencapai garis akhir akan dibawa kepancuran air untuk dimandikan (Randy/detikTravel)
Usai berlaga di pacuan, sapi yang sudah mencapai garis akhir akan dibawa kepancuran air untuk dimandikan (Randy/detikTravel)
Usai dimandikan, sang sapi akan diajak kembali untuk balapan atau diistirahatkan. Seru sekali ya! (Randy/detikTravel)
Usai dimandikan, sang sapi akan diajak kembali untuk balapan atau diistirahatkan. Seru sekali ya! (Randy/detikTravel)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA