Jakarta -
Berkeliling kota jadi salah satu agenda wajib saat traveling. Namun, lalu lintas yang gila kadang membuat resah karena membahayakan nyawa. Berikut 10 negara dengan jalan yang paling bahaya untuk turis.
Sulitnya menyeberang, hingga tingginya angka kematian di jalan raya membuat negara-negara ini memiliki jalan paling bahaya. Ditengok dari Fox News, Selasa (25/2/2014) inilah 10 negara dengan jalan paling bahaya, bagian pertama:
1. Namibia
(virtualtourist.com)
|
Menurut data, angka kecelakaan rata-rata di dunia hanyalah 18 kematian dari 100.000 orang per tahun. Sedangkan di Namibia, angka kematiannya mencapai 45 orang dari 100.000 orang per tahun.
Yang membuat bahaya adalah jalan yang tidak rata, dan lubang yang kadang tidak diduga. Lebih membahayakan bagi para wisatawan adalah karena mereka tidak terbiasa dengan jalan yang seperti ini. Belum lagi jika menjelajah bagian pedalaman, siap-siap melihat hewan melintas di jalan.
2. Thailand
(Reuters)
|
Beda satu angka dari Namibia, angka kematian di jalan raya di Thailand adalah 44 orang per 100.000 orang per tahun. Di sini, jalannya terkenal dengan macet dan lalu lintas yang berantakan.
Para turis harus sangat berhati-hati saat menyetir di sini. Karena mereka harus bersaing dengan tuk-tuk dan pemotor yang kadang membuat jantung copot.
3. Iran
(Reuters)
|
Ada 38 kematian per 100.000 orang per tahun di jalan raya Iran. Banyak turis yang dilarang menyetir di sana karena gaya menyetir warga setempat termasuk bahaya.
Agen pariwisata Iran memberi peringatan di situsnya kepada turis untuk berhati-hati saat menyeberang. Serta, tingkatkan kehati-hatian saat menyetir. Karena, warga Iran senang menyalip saat melihat ada ruang kosong di jalan.
4. Sudan
(Reuters)
|
Lagi-lagi, karena jalan yang tidak terlalu baik membuat tingginya angka kematian di jalan raya. Angka kematian di jalan raya Sudan adalah 36 kematian per 100.000 orang per tahun.
Mengapa begitu? Karena jalannya banyak yang rusak, juga banyak yang tidak beraspal. Selain itu, kendaraan di sana juga tidak terlalu terawat dengan baik. Ditambah, seringnya ada badai debu dan penerangan yang sulit. Tak heran mengapa angka kematian di jalan raya cukup tinggi.
5. Swaziland
(Reuters)
|
Harus ekstra hati-hati saat menyetir di Swaziland, salah satu negara di Afrika bagian selatan. Karena, pengemudi di sana senang mengebut dan memiliki gaya menyetir yang buruk. Hampir mirip dengan yang ada di Sudan, jalan yang tidak terlalu baik juga jadi masalah. Ada 36 kematian per 100.000 orang per tahunnya di jalan raya.
Mengapa berbahaya? Karena penerangan jalan di sana tidak terlalu baik, banyak pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas dan seringnya pejalan kaki yang masuk jalur kendaraan. Selain itu, banyak juga hewan ternak yang kadang melintas di jalan raya, pengemudi yang suka mabuk atau smsan saat menyetir dan cuaca yang sangat buruk.
Menurut data, angka kecelakaan rata-rata di dunia hanyalah 18 kematian dari 100.000 orang per tahun. Sedangkan di Namibia, angka kematiannya mencapai 45 orang dari 100.000 orang per tahun.
Yang membuat bahaya adalah jalan yang tidak rata, dan lubang yang kadang tidak diduga. Lebih membahayakan bagi para wisatawan adalah karena mereka tidak terbiasa dengan jalan yang seperti ini. Belum lagi jika menjelajah bagian pedalaman, siap-siap melihat hewan melintas di jalan.
Beda satu angka dari Namibia, angka kematian di jalan raya di Thailand adalah 44 orang per 100.000 orang per tahun. Di sini, jalannya terkenal dengan macet dan lalu lintas yang berantakan.
Para turis harus sangat berhati-hati saat menyetir di sini. Karena mereka harus bersaing dengan tuk-tuk dan pemotor yang kadang membuat jantung copot.
Ada 38 kematian per 100.000 orang per tahun di jalan raya Iran. Banyak turis yang dilarang menyetir di sana karena gaya menyetir warga setempat termasuk bahaya.
Agen pariwisata Iran memberi peringatan di situsnya kepada turis untuk berhati-hati saat menyeberang. Serta, tingkatkan kehati-hatian saat menyetir. Karena, warga Iran senang menyalip saat melihat ada ruang kosong di jalan.
Lagi-lagi, karena jalan yang tidak terlalu baik membuat tingginya angka kematian di jalan raya. Angka kematian di jalan raya Sudan adalah 36 kematian per 100.000 orang per tahun.
Mengapa begitu? Karena jalannya banyak yang rusak, juga banyak yang tidak beraspal. Selain itu, kendaraan di sana juga tidak terlalu terawat dengan baik. Ditambah, seringnya ada badai debu dan penerangan yang sulit. Tak heran mengapa angka kematian di jalan raya cukup tinggi.
Harus ekstra hati-hati saat menyetir di Swaziland, salah satu negara di Afrika bagian selatan. Karena, pengemudi di sana senang mengebut dan memiliki gaya menyetir yang buruk. Hampir mirip dengan yang ada di Sudan, jalan yang tidak terlalu baik juga jadi masalah. Ada 36 kematian per 100.000 orang per tahunnya di jalan raya.
Mengapa berbahaya? Karena penerangan jalan di sana tidak terlalu baik, banyak pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas dan seringnya pejalan kaki yang masuk jalur kendaraan. Selain itu, banyak juga hewan ternak yang kadang melintas di jalan raya, pengemudi yang suka mabuk atau smsan saat menyetir dan cuaca yang sangat buruk.
(shf/shf)
Komentar Terbanyak
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI