Bisa Belanja Murah di Pasar Sa Pa Vietnam, Tapi...
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Vietnam

Bisa Belanja Murah di Pasar Sa Pa Vietnam, Tapi...

- detikTravel
Senin, 08 Sep 2014 08:07 WIB
Bisa Belanja Murah di Pasar Sa Pa Vietnam, Tapi...
Cho Sa Pa (Shafa/detikTravel)
Sa Pa - Kota kecil Sa Pa di Vietnam memiliki sebuah pasar yang buka dari pagi sampai malam. Nah, siap-siap kalap saat belanja di sini karena semuanya murah-murah, tapi ada syaratnya. Apa itu?

Cho Sa Pa adalah pasar tradisional yang berada di belakang alun-alun Kota Sa Pa. Sa Pa sendiri adalah kota dataran tinggi yang berudara sejuk. Sehingga, belanja kapanpun, udaranya tetap sejuk. Tidak menguras keringat karena kepanasan.

Ada 2 kawasan pasar yang bisa didatangi yaitu pasar basah dan pasar kering. Pasar basah menjual bahan-bahan makanan mentah seperti rebung, daging, ikan dan sejenisnya. Pasar ini sedikit masuk ke dalam dengan kepadatan penjual yang cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan pasar kering berderet di tepi jalan, menjajakan aneka makanan enak. Mulai dari buah-buahan hingga roti lezat. detikTravel bersama Caldera Sobek Coorporation pun sempat berbelanja di sana. Cukup terkejut saat menanyakan harga karena tergolong murah.

Untuk satu kilo kacang almond yang belum dikupas yaitu 100.000 Dong, setara dengan Rp 50 ribu. Sedangkan untuk buah-buahan, dipatok hampir sama, yaitu 30.000 Dong per kilo atau Rp 15 ribu.

Bayangkan saja, pear yang masih sangat segar dihargai Rp 15 ribu per kilo. Malah, plum merah yang manis dan segar itu juga dihargai Rp 15 ribu saja untuk satu kilo!

Untuk roti, satu buah roti manis berukuran besar hanya seharga Rp 3.000. Roti bagelen dihargai Rp 6 ribu. Rotinya enak dan kenyal. Bisa menahan lapar cukup lama.

Eits, mau dapat harga semurah itu? Ada syaratnya, yaitu menawar yang gigih. Ya, belanja di sana wajib hukumnya untuk menawar. Karena, harga yang disebutkan pertama biasanya 2 kali lipat dari harga aslinya. Terlebih jika mereka tahu Anda seorang turis.

Namun, para penjaja ini seakan sudah menjadikan menawar sebagai tradisi. Mereka pun tak masalah jika para pembeli menawar harga yang sudah disebutkan di awal.

(ptr/ptr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads