Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Feb 2015 15:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Menyusuri Amazon Ala Singapura di River Safari

detikTravel
Wisatawan naik perahu di River Safari (Silvia/detikTravel)
Singapura - Penuh dengan gedung tinggi, tidak membuat Singapura kekurangan destinasi wisata dengan suasana ala Sungai Amazon. River Safari menawarkan wisatawan petualangan di sungai buatan dengan hewan menarik di kanan kirinya.

Berjalan di bawah ikan-ikan raksasa, tenggelam di tengah banjir Sungai Amazon, dan dengan menumpang perahu menyusuri 'Sungai Amazon' yang berliku-liku sambil menikmati aneka hewan di kanan kiri. Itulah keasyikan untuk wisatawan di River Safari.

Letak River Safari bertetangga dengan Singapore Zoo di seputar Upper Seletar Reservoir. Inilah taman margasatwa bertema sungai pertama dan satu-satunya di Asia. Luasnya 12 hektare, dihuni 400 spesies tanaman dari 200 spesies hewan yang 40 persen di antaranya terancam punah.

Saat detikTravel berkunjung beberapa pekan lalu, River Safari didesain menampilkan habitat air tawar dari sungai-sungai terkenal di dunia, seperti Sungai Amazon, Sungai Mekong, dan Sungai Nil. Hewan air dan darat dari habitat sungai ikonik tersebut ditampilkan bersama budaya yang mengelilinginya.

Seperti Amazon Flooded Forest, akuarium air tawar terbesar di dunia yang menampilkan ekosistem sungai Amazon pada musim hujan (Desember hingga Juni). Saat itu air sungai meluap hingga kedalaman 10 meter, dan lebarnya bertambah pada musim hujan. Ada ikan, manatee atau lembu laut dan berang-berang raksasa berenang di antara dahan pepohonan yang pada musim panas merupakan tempat tinggal burung.

Walau namanya River Safari bukan berarti hanya berisi hewan air. Ada pula sepasang panda menggemaskan bernama Kai Kai (jantan) dan Jia Jia (betina). Kai Kai dan Jia Jia tinggal di dalam ruangan yang diatur mirip alam asal mereka di kawasan Sungai Yangtze, Tiongkok.

Suasananya rindang dengan tanaman, berbatu-batu, dialiri air, dan suhu dijaga tetap 18-22 derajat Celsius. Maka lihatlah, seberapa sibuknya pengunjung memotret dan memanggil nama mereka, keduanya tetap asyik mengunyah bambu, kadang sambil berguling-guling, seperti tak terganggu.

(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA