Seperti Apa Landas Pacu Bandara Terpendek di Dunia?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Seperti Apa Landas Pacu Bandara Terpendek di Dunia?

Afif Farhan - detikTravel
Selasa, 19 Mei 2015 19:10 WIB
Seperti Apa Landas Pacu Bandara Terpendek di Dunia?
Landasan pacu Bandara Juancho E Yrausquin, terpendek di dunia (Youtube)
The Bottom - Mendengar nama Karibia, biasanya yang langsung terlintas di benak traveler adalah pulau-pulau kecil dengan pasir putih dan lautan biru jernih. Namun belum banyak yang tahu, ternyata bandara dengan landasan terpendek di dunia ada di sana!

Karibia merupakan kawasan kepulauan yang berada di antara bagian selatan AS dan bagian utara Amerika Latin. Karibia begitu identik sebagai tempat liburan selebriti dunia, sebab lokasinya yang ada di tengah Laut Karibia dan sulit dijangkau. Jauh dari kejaran paparazi.

Sebut saja pasangan selebriti Hollywood Brad Pitt dan Angelina Jolie, Cameron Diaz sampai musisi papan atas dunia seperti Katy Perry sampai Justin Bieber rela merogoh kocek dalam-dalam untuk berlibur ke sana. Sampai-sampai, aktor Johny Deep membeli pulau tak berpenghuni di Karibia untuk dijadikan tempat berlibur privasinya.

Di balik pamornya sebagai tempat liburan selebriti dunia, Karibia ternyata punya bandara yang masuk dalam daftar bandara unik di dunia. Seperti dilongok dari situs BBC Travel, Selasa (19/5/2015) adalah Bandara Juancho E Yrausquin di Pulau Saba, yang menjadi bandara dengan landasan pacu terpendek di dunia.

Bayangkan, panjang landasannya hanya 396 meter. Angka yang terlampau jauh dari standar landasan pacu untuk pesawat komersil, yang kisarannya minimal punya panjang 1.800 meter.

Tak ayal, itu membuat Bandara Juancho E Yrausquin hanya bisa didatangi oleh pesawat-pesawat perintis. Pesawat yang hanya mampu mengangkut belasan penumpang saja.

Satu-satunya maskapai penerbangan perintis yang melayani rute penerbangan ke Bandara Juancho E Yrausquin adalah Winair. Dengan kapasitas bangku hanya 16 tempat duduk, Winair melayani penerbangan dari Bandara Juancho E Yrausquin ke pulau-pulau Karibia lainnya seperti ke Sint Maarten dan Anguilla.

Bukan soal naik pesawatnya, traveler yang coba naik pesawat dan akan lepas landas atau mendarat pasti dibikin deg-degan. Guncangan pesawat sungguh terasa, menghentak badan ketika pilot coba mengontrol pesawat. Angin yang bertiup kencang sungguh mempengaruhi keseimbangan pesawat.

Namun, rasa deg-degan akan dibayar impas dengan panorama yang terlihat dari atas pesawat. Pulau Saba yang masih masuk dalam teritori atau bagian wilayah dari Belanda ini punya kawasan pesisir Cove Bay yang cantik jelita, di sebelah kiri dari letak bandaranya. Belum lagi, perairan Karibia yang jernih sungguh elok dipandang.

Satu lagi, landasan pacunya ternyata berada di atas tebing dengan di salah satu sisinya adalah jurang. Begitu pula bagian depan dan belakang landasan pacunya, jurang yang di bawahnya adalah laut.

Bandara Juancho E Yrausquin dibuka sejak 1963 dan sudah menjadi salah satu pintu masuk ke Pulau Saba. Situs resmi pariwisata Saba menyebut, menerbangkan atau mendaratkan pesawat di sana merupakan 'seni' oleh seorang pilot.

(Faela Shafa/Faela Shafa)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads