Sampah jika dibiarkan lama-lama akan jadi bukit. Peribahasa itu bisa menjadi kenyataan seperti yang bisa kita jumpai di Monte Testaccio, Roma. Gunungan sampah ini dipercaya sebagai yang tertua di dunia karena Monte Testaccio sudah ada sejak abad ke-3 Masehi.
ArcheoSpain, sekelompok tim arkeologi di Roma menawarkan paket wisata edukasi ke Monte Testaccio yang kebanyakan ditujukan untuk turis muda yang masih mahasiswa. Seperti ditengok detikTravel dari situs resmi Archeo Spain, Senin (15/6/2015), tempat bersejarah ini menyimpan sampah yang dibuang sejak zaman Romawi kuno.
Sampah yang dimaksud adalah pecahan Amphorae. Amphorae merupakan sejenis tembikar yang pada zaman dahulu digunakan sebagai tempat untuk menyimpan minyak zaitun. Amphorae biasanya berbentuk seperti guci yang terbuat dari tanah liat.
Amphorae juga digunakan sebagai kontainer untuk memindahkan minyak zaitun antar provinsi, dari daerah Baentica di Andalusia, hingga ke Roma, pusat Kerajaan Romawi kuno. Namun, di tengah perjalanan seringnya Amphorae pecah dan dibuang di tengah jalan.
Akhirnya, pecahan Amphorae itu menumpuk di pinggir Sungai Tiber. Semakin lama, sampah Amphorae itu menumpuk dan menjadi bukit. Lokasi tempat dibuangnya Amphorae itulah yang kini dikenal sebagai Monte Testaccio.
Amphorae yang sering digunakan sebagai tempat penyimpanan minyak zaitun ini memang lebih mudah untuk dibuang daripada digunakan kembali. Sisa minyak zaitun yang disimpan lama di dalam Amphorae akan berbau tidak enak dan susah untuk dibersihkan.
Orang Romawi zaman dahulu lebih memilih untuk membuang Amphorae-nya ke Monte Testaccio daripada membersihkan dan menggunakannya kembali. Banyak Amphorae yang dibuang ke Monte Testaccio pun masih punya stempel yang berisi nama eksportir, kandungan isi Amphorae, dan tanggal pengirimannya.
Bukit sampah ini memiliki lingkar hampir satu kilometer di dasarnya. Luasnya mencapai 20.000 meter persegi, dan berdiri setinggi 35 meter. Para arkeolog perkirakan bukit mengandung sisa-sisa sebanyak 53 juta buah amphorae minyak zaitun. Wow!
Lokasi ini kini dijadikan tempat penelitan arkeologi terkenal di Roma. Banyak arkeolog datang dari seluruh penjuru dunia mendatangi tempat ini untuk mengkaji nilai arkeologis dari Monte Testaccio.
Archeo Spain pun menawarkan program wisata edukasi arkeologi ala Indiana Jones. Traveler yang berminat mesti menyiapkan uang senilai USD 2.945 (Rp 39 Juta). Biaya itu sudah termasuk akomodasi, asuransi medis, biaya seminar hingga biaya makan selama 2 minggu, dari tanggal 30 Agustus-13 September 2015.
(krn/fay)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Turis Adu Jotos di Kereta gegara Persoalan Sepele, Penumpang Lain Kena Imbas