Turki tidak hanya terkenal dengan balon udara atau sekedar wilayah perbatasan Eropa dan Asia. Inilah Ani, tempat bersejarah yang disebut Kota Hantu!
Nama Ani di Turki rasanya masih terdengar asing. Terang saja, lokasinya berada di Provinsi Kars, ujung timur Turki dan di daerah perbatasan dengan negara Armenia. Untuk mencapai ke sana, butuh waktu 2 jam 10 menit naik pesawat turkish Airlines atau Pegasus Airlines dari Istanbul.
Seperti ditengok detikTravel dari BBC Travel, Jumat (1/4/2016) Ani merupakan suatu kota yang telah ada sejak abad ke-8. Kala itu, Ani menempati kawasan strategis karena berada di jalur perdagangan timur-barat (Asia-Eropa).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisa-sisa bangunan di Ani (Linda Caldwell/BBC Travel)
Tak ayal, lima kekaisaran pernah menguasi Ani. Lima kekaisaran itu adalah Bagratid, Bizantium, Seljuk Turks, Georgia, dan Ottoman. Bahkan tak segan, peperangan pecah demi merebut Ani dari satu kekaisaran ke kaisaran yang lain.
Di abad ke-11 saat di bawah kekuasaan Bagratid, Ani pernah menjadi ibukota Armenia. Populasinya mencapai 100 ribu jiwa yang mana sudah menjadi kota yang sangat maju di zamannya. Ketika itu juga, gereja-gereja didirikan dengan yang terkenal bernama Trdat dan Ani. Tapi di abad ke-13, bencana melanda Ani dan memporakporandakan kotanya. Banyak gereja yang hancur.
Setelahnya, giliran kekaisaran Seljuk yang menduduki Ani. Kotanya dibangun kembali, serta mulai membuat kota bawah tanah dengan merombak gua-gua di sana menjadi tempat berlindung jikalau kembali terjadi gempa.
Sempat berpindah lagi dan hendak dikuasai Rusia, akhirnya Kekaisaran Ottoman yang berhasil menjadi penguasa terakhir dan terlama di Ani (sekitar 400 tahun). Giliran agama Islam yang masuk ke sana dan banyak masjid yang dibangun, dengan tidak menghancurkan gereja-gereja yang sudah ada.
Menara dan gereja yang masih berdiri (Joseph Flaherty/BBC Travel)
Hingga akhirnya di tahun 1920, Ani dengan resmi berada di bawah wilayah Turki. Setelah sebelumnya, situasi sempat panas saat Turki dan Armenia saling mengklaim bahwa Ani masuk dalam wilayahnya.
Namun di abad ke-19, sebenarnya pelan-pelan masyarakat Ani mulai meninggalkan kotanya. Kehidupan di Istanbul dan kota-kota lainnya di Turki atau di Armenia terlihat lebih menjanjikan. Apalagi wilayah Ani sering dilanda gempa dan berada di atas perbukitan yang sering tertutup salju.
Maka pelan-pelanlah masyarakatnya bertransmigrasi demi kehidupan yang lebih baik. Walau begitu, bangunan-bangunan di sana masih ada yang berdiri kokoh serta menjadi cagar sejarah yang tak ternilai harganya.
Tidak ada orang sama sekali di sana (Joseph Flaherty/BBC Travel)
Kini di bawah Turkish Ministry of Culture & Tourism, kota bersejarah Ani sedang dipugar dan dirawat agar masuk dalam daftar World Heritage UNESCO. Sekaligus, Ani menjadi suatu destinasi wisata yang bersejarah di Turki.
Dan kini, tidak ada orang yang tinggal di Ani. Hanya bangunan-bangunan saja, serta padang ilalang dan timbunan salju saat musim dingin di sana. Kota yang penuh sejarah dan pernah dikuasi lima kekaisaran, namun sekarang kosong melompong. Bagaikan kota hantu.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5