Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Des 2016 18:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Pelangi di Malam Hari Bukan Sekadar Istilah, di Sini Buktinya!

Victoria Falls di perbatasan Zambia dan Zimbabwe (@Brett Kotelko Photography/Youtube)
Corbin - Apakah mungkin melihat pelangi di malam hari? Jawabnya mungkin. Di dua destinasi ini, traveler bisa melihat pesona pelangi di malam hari saat terang bulan.

Secara fisika, pelangi terbentuk akibat pembiasan cahaya matahari ketika terkena air hujan. Uniknya, fenomena serupa juga dapat terjadi di malam hari. Hanya saja bukan karena sinar matahari, melainkan sinar bulan.

Dilansir detikTravel dari BBC, Rabu (21/12/2016) fenomena unik yang dikenal dengan nama Moonbow atau Lunar Rainbow itu pun dapat dilihat di sejumlah tempat di dunia pada malam bulan purnama.

Di beberapa penjuru dunia, penampakan Moonbow sempat terjadi di atas aliran lahar panas Hawaii, Yosemite Falls di California ketika salju mencair di musim semi dan di hutan hujan Kosta Rika ketika angin berhembus pada akhir Desember hingga awal Februari.

Namun dari sekian tempat di dunia, fenomena unik itu bisa dilihat secara reguler di dua tempat berikut. Ketimbang mencari Moonbow secara random, datangi saja dua tempat ini saat malam hari ketika bulan purnama.

Victoria Falls

Destinasi pertama untuk melihat Moonbow adalah Victoria Falls yang terletak di perbatasan Zambia dan Zimbabwe. Air terjun yang diberi nama sama dengan Ratu Victoria itu merupakan satu dari dua tempat terbaik untuk melihat Moonbow.

Moonbow di Victoria Falls (@Brett Kotelko Photography/Youtube)Moonbow di Victoria Falls (@Brett Kotelko Photography/Youtube)
Secara teknis, Victoria Falls memiliki lebar lebih dari 1 Km dan ketinggian lebih dari seratus meter. Pada siang hari saja, traveler dapat melihat pelangi yang tercipta karena bias matahari yang terpantulkan oleh percikan kabut tipis dari air terjun.

Namun berhubung mata manusia tidak didesain untuk melihat warna pada saat gelap, umumnya traveler hanya akan mendapati satu warna putih saja ketika fenomena Moonbow terjadi. Walaupun jika difoto dengan teknik long eksposure dari kamera profesional, warna pelangi seperti saat terang juga bisa terlihat.

Umumnya fenomena Moonbow muncul sekitar lima hari setiap bulannya. Yakni pada dua hingga tiga hari sebelum bulan purnama dan dua hingga tiga hari setelahnya. Tapi dengan catatan, langit harus cerah.

Cumberland Falls

Destinasi kedua untuk melihat pelangi Moonbow adalah Cumberland Falls di Corbin, Kentucky, AS. Dengan lebar 38 Meter dan tinggi 18 M, Cumberland Falls juga dikenal sebagai Niagara dari Selatan.

Moonbow di Cumberland Falls (Kentucky State Parks)Moonbow di Cumberland Falls (Kentucky State Parks)
Saat terang, traveler bisa melihat pelangi dan Moonbow saat malam bulan purnama. Fenomenanya pun terjadi persis seperti di Victoria Falls, hanya beda lokasi saja.

"Malam dengan sinar bulan yang terang serta langit yang bersih aalah apa yang Anda butuhkan untuk melihat Moonbow," ujar pemerhati lingkungan bernama, Bret Smitley yang telah meneliti Cumberland Falls selama 23 tahun.

Yang membedakan Cumberland Falls dengan air terjun lainnya adalah lebarnya jurang yang ada di sekeliling air terjun. Semakin lebar, sinar bulan dapat menyorot air terjun dan menimbulkan efek dramatis Moonbow.

Di Cumberland Falls, bulan pun harus miring 45 derajat di langit. Di mana terjadi sekitar dua jam setelah bulan purnama. Jika diestimasi, Moonbow akan muncul pada pukul 18.30 pada permulaan fase di bulan November dan Desember. Sedangkan di musim panas, fenomena itu terjadi pada pukul 21.30 waktu setempat. (krn/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA