Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Des 2019 07:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Perenang Ini Menyelam ke Pusaran Sampah Terbesar Sedunia

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ben Lecomte menyelam mengarungi Samudra Pasifik (Foto: CNN)
Perenang Ini Menyelam ke Pusaran Sampah Terbesar SeduniaAlur penyelaman Lecomte (Foto: CNN)

Berenang jarak jauh

'Vortex swim' bukanlah aksi berenang ekstrem di laut pertamanya. Pada tahun 1998, pada usia 31, Lecomte berenang melintasi Samudra Atlantik dari Cape Cod ke Prancis.

Pada bulan Desember 2018, ia berusaha meraih rekor dunia dengan menjadi orang pertama yang berenang di seluruh luasnya Samudra Pasifik, dari Tokyo ke San Francisco. Setelah 1.500 mil laut, ekspedisi itu gagal ketika badai merusak kapal induk pendukungnya.

Oleh karena itu mengilhaminya untuk melakukan misi yang berbeda. Terkejut dengan banyaknya sampah yang dia temui di laut lepas, dia memutuskan untuk menyelam ke dalam Great Pacific Garbage Patch dan berbagi pengalaman dari perspektif perenang.

Dalam perjalanan ini, Lecomte dan krunya yang terdiri dari sembilan orang mengumpulkan data terperinci tentang plastik di Great Pacific Garbage Patch. Peneliti puing laut Drew McWhirter memimpin penelitian ilmiah di atas kapal.

"Saya ingin mencari tahu apa yang ada dari tampungan sampah itu? Jenis plastik apa saja yang terakumulasi di sana," katanya.


Dengan arahan dari para ilmuwan yang berbasis di darat, awak kapal menempelkan pelacak GPS mengambang ke serpihan puing besar, sehingga gerakan mereka dapat dilacak. Tim ini juga mengumpulkan, dan menghitung lebih dari 43.000 fragmen plastik menggunakan jaring pukat manta, instrumen oseanografi yang dirancang untuk menyusuri permukaan air dan mengumpulkan sampel.

Mereka menarik jala selama setengah jam, dua kali sehari, dan kemudian menghitung dan menganalisis isinya. Pada awal perjalanan, ketika kapal berlayar jauh dari Hawaii mereka mendapatkan 40 hingga 80 lembar plastik dalam waktu 30 menit, mudah untuk dihitung.

Tetapi ketika kapal itu bergerak semakin jauh dari darat, jumlah fragmen naik dengan cepat. Pada awal Juli, kapal melintasi perbatasan yang tak terlihat, permukaan air tampak sama tetapi selama tiga hari, konsentrasi plastik yang disapu oleh jaring melonjak dari ratusan ke ribuan.

Suatu terjaring 3.028 potong mikroplastik dalam 30 menit. Dari angka-angkanya, jelas bahwa ada jutaan keping mikroplastik di satu kilometer persegi lautan.

Tim juga mencari kandungan plastik di dalam ikan. Setiap kali menangkap satu ikan, mereka memeriksa isi ususnya dan mengambil sampel daging, sebelum memasak dan memakannya.

Dalam perut ikan mahi mahi yang ditangkap oleh kru, berisi dua ikan kecil, bagian cumi-cumi dan sepotong vexar yakni plastik yang biasa digunakan oleh industri pertanian kerang.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA