Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Jan 2020 07:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Ini Rasanya Naik Becak Manusia di Jepang

Syanti Mustika
detikTravel
Becak manusia di Kawagoe Old Town, Jepang (Syanti Mustika/detikcom)
Jakarta - Kamu yang pernah menonton film Jepang atau China di zaman kuno pasti pernah lihat becak dengan tenaga manusia. Di zaman modern ini kamu juga bisa menaikinya.

Jalan-jalan ke Jepang, salah satu atraksi yang harus dinikmati adalah kota tua dengan arsitektur bangunan kunonya. Salah satu tempat untuk melihat kejayaan masa lalu Jepang adalah di Kawagoe City.

Beberapa waktu lalu detikcom datang ke kawagoe Citu dan berkeliing kota kunonya. Bangunan-bangunan bergaya Edo memenuhi kawasan ini.

Perlu traveler ketahui, bahwa pada tahun 1800 terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan Kawagoe. Hingga bangunan di sini direstorasi kembali seperti bentuk dahulunya.

 (Syanti/detikcom) (Syanti/detikcom)




Menikmati bangunan Zaman Edo tidak lengkap rasanya bila tidak merasakan seperti apa transportasi di masanya. Nah atraksi ini harus kamu coba saat berkunjung ke Jepang yaitu naik becak.

Bukan becak bertenaga mesin seperti pada umumnya, namun becak ini digerakkan dengan tenaga manusia. Jadi kamu akan naik becak yang nantinya dibawa oleh tukang becak sembari berlari kecil.

Adapun harga untuk atraksi ini mulai dari 2.000 Yen (Rp 255 ribuan) bila seorang dan 3.000 Yen (Rp 383 ribuan) untuk dua penumpang. Kamu akan dibawa keliling Kawagoe Old Town selama 10 menit. Harga becak ini bervariasi, tergantung dari jarak, destinasi dan lama perjalanan.

detikcom pun memilih paket 10 menit untuk dua penumpang seharga 3.000 Yen. Satu persatu kami pun dipersilahkan naik dan diperlakukan seperti bangsawan.

 (Syanti/detikcom) Tukang becak membawa penumpang (Syanti/detikcom)


Sebut saja Kang Becak awalnya menurunkan pijakan kayu untuk mempermudah kami untuk naik ke becak. Dia juga menjulurkan tangannya sebagai pegangan supaya penumpang tidak takut dan jatuh saat melangkah.

Setelah kami berdua duduk, Kang Becak pun mengambil selimut dan menyelimuti kaki kami dengan sopan. Dia juga menyebut penumpangnya adalah ratu dan dia akan memperlakukan sebaik mungkin.

Setelah kami diselimuti, dia pun berberes dan meraih pegangan becak dan mulai melangkah. Saya sempat khawatir, apakah nanti Kang Becak tidak kewalahan membawa kami yang bertubuh tambun ini? Saya berdoa di dalam hati semoga Kang Becak kuat dan baik-baik saja.

Perlahan, Kang Becak pun berjalan dan mulai berlari-lari kecil. Dengan sigap dia menghindari para pejalan kaki dan mobil. Sesekali dia juga menyapa para pedagang yang dilewati becaknya.



 (Syanti/detikcom) (Syanti/detikcom)


Di tengah perjalanan, Kang Becak juga bercerita sedikit sejarah tempat-tempat yang kita lewati. Dia juga merekomendasikan dan menunjuk beberapa tempat yang punya kuliner enak. Dia menjelaskan dalam Bahasa Jepang bercampur Bahasa Inggris.

Dengan nafas yang mulai terengah-engah, Kang Becak tetap semangat berlari dan bercerita ha-hal menarik di tempt yang kami singgahi. Dia juga menawarkan untuk mengambil foto kami berada di becak.

Dipenghujung waktu, Kang Becak mulai memperlambat langkahnya. Kami pun sampai di titik awal keberangkatan. Memang terasa sangat singkat, namun cukup untuk menjadi bahan cerita dibawa pulang.

Naik Becak Seperti di Film-film Kuno JepangFoto: (Syanti Mustika/detikcom)

Perlahan, Kang Becak pun menurunkan pegangannya, dia juga mengambil pijakan kayu yang untuk mempermudah kami turun. Dia mulai membuka selimut di kaki kami dan mengulurkan tangannya untuk dijadikan pegangan turun.

Setelah turun, dia pun membungkuk sembari mengucapkan "Arigatou gozaimasu" dan kami juga membalas membungkuk dan berucap hal yang sama.




Simak Video "Jepang Kebanjiran, Rumah hingga Mobil Terendam"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/krs)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA