Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Mei 2021 21:16 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Bagaimana Rasanya Tinggal di Pulau Romantis Bebas COVID-19 untuk Sultan?

Pulau Capri di Italia, destinasi romantis untuk kalangan atas.
Capri di Napoli, Italia Foto: Photo by Ellena McGuinness on Unsplash
Capri -

Italia tidak hanya terkenal akan jajaran kuliner seperti pizza, spaghetti atau tempat eksotis seperti Colosseum, namun juga pulau-pulaunya yang indah. Adalah Pulau Capri, salah satu destinasi wisata romantis di Italia.

Bersama Bali, Capri, Italia disebut-sebut sebagai destinasi paling romantis di dunia.

Di tebing-tebing Pulau Capri terhampar banyak vila hingga penginapan. Kamu pun juga bisa berbelanja di sejumlah toko yang ada di jalanan Capri. Setelah itu kamu bisa menghabiskan sore dengan jalan santai di pelabuhan sambil menunggu sunset.

Pada malam harinya kamu dan pasangan bisa mampir ke kafe atau piazza untuk menikmati romantisnya Capri.

Capri yang terletak di Teluk Napoli, biasanya dikenal sebagai tempat liburannya kalangan sultan alias pengunjung kelas atas. Tetapi tahun ini, alih-alih menggunakan hotel mewah dan pemandangan laut yang indah untuk memancing minat pengunjung, mereka memilih strategi yang lebih sederhana, dengan mengatakan ke turis-turis kalau penduduk pulau semuanya telah divaksinasi.

Mengutip CNN, akhir pekan lalu, gubernur wilayah Campania, Vincenzo De Luca, mengumumkan bahwa program vaksinasi hampir selesai, mengklaim bahwa proses vaksinasi ini akan membuat pulau itu 'bebas COVID-19'

"Kami bersiap menyambut jutaan turis dan mencegah mereka pergi ke Spanyol atau Yunani. Sekarang. penting untuk tidak membuang waktu. Sektor hotel harus membuat keputusan sebelum Mei, kalau tidak kita akan kehilangan turis," ujar De Luca.

Walikota Capri, Marino Lembo menambahkan bahwa dari 15.000 penduduk, 80% telah menerima dosis pertama vaksin.

Akhir pekan ini, semua pekerja sektor pariwisata yang tinggal di luar pulau tetapi sering bepergian ke sana, juga akan divaksinasi.

"Ini adalah pesan yang sangat kuat yang kami kirim ke seluruh dunia - Anda bisa datang ke sini dengan keamanan total," katanya.

Sergio Gargiulo, yang mengetuai Federalberghi, sebuah asosiasi yang mewakili sekitar 60 hotel di pulau itu, setuju.

"Tidak hanya pulau bebas COVID-19, tetapi bagi pelanggan yang membutuhkan, kami dapat mengatur tes PCR dan memberikan hasilnya tepat waktu untuk keberangkatan mereka," katanya.

Pada tahun 2020, sektor pariwisata Capri mengalami penurunan omset 70%, berkat pandemi, klaim Gargiulo. Ini adalah penurunan yang sangat tajam untuk sebuah destinasi yang sangat bergantung pada pariwisata.

Tetapi pihak berwenang percaya bahwa pulau itu menawarkan banyak hal, terutama di saat tempat lain membutuhkan pembatasan jarak.

"Selain tempat-tempat yang lebih dikenal, dan 'piazzetta' yang terkenal tempat semua orang bertemu, Capri menawarkan jalur alam fantastis yang cocok untuk pandemi," kata Ludovica Di Meglio, kepala departemen pariwisata Capri.

Luigi Esposito, seorang pemandu yang berspesialisasi dalam tamasya luar ruangan di pulau itu, mengatakan bahwa meskipun Capri dikenal dengan pariwisata kelas atas, jalur luarnya adalah sorotan utama.

"Capri bukan hanya sekedar pemandian dan kemewahan. Bahkan tamu hotel bintang lima pun suka berjalan-jalan, saya mengajak mereka untuk menemukan tempat-tempat rahasia di pulau itu," katanya.

Capri bukan satu-satunya pulau yang meningkatkan kampanye vaksinasi menjelang musim panas. Tetangganya di Teluk Napoli, Procida - yang akan menjadi Ibukota Kebudayaan Italia untuk tahun 2022 - menyelesaikan semua vaksinasi beberapa hari sebelum Capri.

Berbicara pada pertemuan para menteri pariwisata G20 awal bulan ini, Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengumumkan bahwa menjelang pelaksanaan Sertifikat Hijau di Uni Eropa, yakni sebuah sertifikat bagi mereka yang bebas COVID-19 agar bisa bepergian dengan lebih leluasa, Italia akan meluncurkan program wisatanya sendiri pada pertengahan Mei.

Saat ini, semua pengunjung ke Italia harus melakukan karantina minimal lima hari, tetapi dengan adanya program wisata tersebut, kewajiban isolasi mandiri akan dicabut untuk pelancong yang divaksinasi dan bagi mereka yang pernah sudah sembuh dari Covid-19 dalam enam bulan terakhir.



Simak Video "Penembakan Brutal Terjadi di Italia, Bunuh Lansia dan 2 Anak-anak"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA