Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Mei 2021 19:07 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Lorong Buangkok, Kampung Terakhir di Singapura

Femi Diah
detikTravel
Jalanan di Kampong Lorong Buangkok, Singapura
Jalanan di Kampong Lorong Buangkok Foto: Google Maps
Singapura -

Singapura masih menyisakan satu kampung sebagai tepat tinggal warganya. Itu berada di Kampong Lorong Buangkok.

Singapura, negara kecil tetangga Indonesia, memiliki apa-apa yang serba modern. Bangunan megah gedung dengan bentuk kapal menara Marina Bay Sands, Gardens by the Bay., dan deretan flat tempat tinggal warganya.

Tapi rupanya tidak semua warga tinggal di sana. Masih ada warga yang tinggal di rumah tapak, di Kampong Lorong. Dikutip dari BBC, di sana ada 25 rumah kayu satu lantai.

Lokasi Kampong Lorong Buangkok tidak jauh dari kawasan sibuk Yio Chu Kang yang bisa dicapai dengan kereta cepat atau MRT dengan tujuan Stasiun Serangoon. Dari stasiun itu, perjalanan dilanjutkan dengan bus nomor 70 atau 103 dan turun di depan Gereja St Vincent de Paul.

Dari halte bus ini, traveler tinggal menyeberang jembatan ke seberang kanal dan akan terlihat petunjuk arah ke Kampung Lorong Buangkok.

Kampong Lorong Buangkok memang menyuguhkan suasana Singapura tempo dulu. Di sini masih ada tumbuhan ketapang dan kabel listrik yang menggantung. Di area Singapura lain, jaringan listrik dipasang di bawah tanah, dan masih ada ayam berkeliaran di halaman.

Kampung ini juga area di sekitarnya seolah tidak diperbolehkan untuk dikembangkan cepat-cepat sebagai area komersial atau industri.

Salah satu alasan Kampong Lorong Buangkok tetap bertahan adalah seorang perempuan berusia 70 tahun, Sng Mui Hong. Dia bungsu dari empat bersaudara putri pedagang obat, Sng Teow Koon, yang membeli tanah di kampung itu pada 1959, sembilan tahun sebelum Singapura merdeka.

Saat itu kampung tersebut masih berupa rawa-rawa. Kemudian, Koon menyewakan tanahnya kepada orang-orang Melayu dan China yang datang dan menetap di sana.

Berdasarkan keterangan dari pemandu wisata Kyanta Yup, biaya sewa rumah di Kampong Lorong Buangkok juga sangat murah. Sekitar USD 4,5 hingga USD 30 atau sekitar Rp 65 ribu sampai Rp 430 ribu per bulan.

Sebagai gambaran, menyewa bangunan dengan luas sepersepuluh di apartemen milik pemerintah harganya 20 kali lipat. Harga sewa bisa berkali lipat lagi andai memilih kamar di seberang kanal.

Selanjutnya Kampong Lorong Buangkok Banyak yang Mengincar

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Singapura Putuskan Lockdown Sebulan, Ini Fakta-fakta Lengkapnya"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA