Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Feb 2022 14:31 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mendatangkan Lagi Singa-Jerapah di Lahan Bekas Ladang

Samara Private Game Reserve
Citah di Samara Private Game Reserve, Afrika Selatan (Foto: CNN)
Graaff-Reinet, Afrika Selatan -

Mereka ingin para kucing besar berkeliaran sekali lagi di ladang itu. Inilah proyek sebuah keluarga mengembalikan singa hingga citah ke sudut Great Karoo, Afrika Selatan.

Di Great Karoo, hamparan sabana semi-kering yang luas di Afrika Selatan, singa dan citah pernah berkeliaran. Kemudian, wilayah itu jadi ladang pertanian dipagari dan dijaga dengan senjata.

Pada tahun 1840-an singa hilang. Kemudian pada tahun 1870-an, citah juga.

Sebagian besar lahan yang sekarang menjadi Suaka Margasatwa Samara Private Game Reserve, di Eastern Cape, menjadi rumah bagi hewan ternak. Itu sampai tahun 1997.

Sekarang, setelah 25 tahun dibiarkan liar yang dikelola dengan hati-hati, baik citah maupun singa tidak hanya kembali ke bagian Afrika Selatan ini, mereka juga berkembang pesat.

Samara Private Game Reserve di Eastern Cape Afrika Selatan telah menghabiskan 25 tahun mengembalikan tanah pertanian ke menjadi alam liar lagi. Mereka menyaksikan satwa liar kembali masuk.

Samara Private Game ReserveSamara Private Game Reserve (Foto: CNN)

Keberhasilan pengenalan kembali kucing-kucing besar ini bergantung pada visi Mark dan Sarah Tompkins.

Pasangan ini membeli 11 lahan pertanian seluas 27.000 hektar selama lima tahun dengan tujuan mengembalikan tanah ke kejayaannya.

"Itu bukan daerah liar," jelas Isabelle Tompkins, putri tertua mereka dan manajer pengembangan bisnis di Samara.

"Semua hewan yang bermigrasi pada dasarnya dikucilkan, dan tentu saja predator (yang) akan menemani mereka," imbuh dia.

Untuk bermimpi besar, keluarga harus memulai dari hal yang kecil. Ketika tanah itu dibeli, sebagian besar lahan diolah secara berlebihan hingga membuat petak-petak tandus.

Samara Private Game ReserveSinga di Samara Private Game Reserve, Afrika Selatan (Foto: CNN)

Pagar disingkirkan bersama dengan hewan ternaknya. Upaya pembangunan kembali dimulai secara harfiah di tingkat akar rumput.

Seiring waktu, flora di kawasan itu kembali. Hutan dan padang rumput, sungai dan sungai, pegunungan dan lembah membentang di cagar alam, menyediakan habitat bagi herbivora (sekitar 20 spesies antelop hidup di cagar saat ini) dan megaherbivora seperti gajah.

Dengan mangsa yang berlimpah, predator dapat diperkenalkan kembali. Pada tahun 2003, citah dibawa kembali ke daerah tersebut untuk pertama kalinya dalam 130 tahun.

Dari tiga individu pertama, Sibella betina menjadi simbol Samara dan sukses. Pada usia dua tahun dia mengalami serangan biadab oleh anjing pemburu dan manusia, dan dibawa ke Samara setelah operasi penyelamatan dan rehabilitasi.

Di rumah barunya dia melahirkan 20 anak dan membesarkan semua kecuali satu sampai dewasa, sebelum meninggal karena suatu hal alami pada tahun 2015.

Sekitar 50 anak telah lahir di cagar alam tersebut, dan populasi Samara telah menjadi cukup besar sehingga banyak yang dipindahkan ke cagar alam dan taman nasional lainnya melalui Proyek Metapopulasi Cheetah Trust Satwa Liar yang Terancam Punah.

Citah lainnya dibawa ke Samara sebagai imbalan, semua dalam upaya untuk meningkatkan keragaman genetik.

Selanjutnya, kembalinya si raja hutan

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA