Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 22 Feb 2022 16:04 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Putih Belah Ukraina Jadi Dua, Akui Kemerdekaan Donetsk dan Luhansk

CNBC Indonesia
detikTravel
Russian President Vladimir Putin addresses the nation in the Kremlin in Moscow, Russia, Monday, Feb. 21, 2022. Russias Putin has recognized the independence of separatist regions in eastern Ukraine, raising tensions with West. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Vladimir Putin Foto: Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP
Moskow -

Pemerintah Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin memang tidak benar-benar menyerang Ukraina secara langsung. Tapi Putin kini "membelah" Ukraina menjadi dua.

Hal itu terjadi kala pria 69 tahun itu mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis di Ukraina Timur, Senin (21/2/2022) waktu setempat. Di televisi nasional ia menyampaikan pidato berapi-api, meski Barat telah memberi peringatan sanksi.

"Saya percaya, perlu untuk mengambil keputusan yang sudah lama tertunda, untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk," katanya menyebut dua kelompok pemberontak yang menguasai wilayah Ukraina Timur, dikutip AFP.

Siaran kenegaraan itu juga menunjukkan bagaimana Putin menandatangani perjanjian timbal balik. Termasuk janji bersahabat dengan para pemimpin pemberontak di Kremlin.

Ia pun meminta parlemen Rusia untuk mendukung keputusan ini, termasuk Dewan Federasi. Bahkan Putin meminta pemerintah Ukraina mundur dari operasi militer yang menumpas pemberontakan.

"Kami menuntut segera diakhirinya operasi militer," kata Putin seraya mengklaim Kyiv tengah mencoba mengatur serangan kilat di Ukraina timur dan genosida.

"Jika tidak, semua tanggung jawab untuk kemungkinan kelanjutan pertumpahan darah akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab rezim yang berkuasa di Ukraina."

"Ukraina modern sepenuhnya dan sepenuhnya diciptakan oleh Rusia," kata Putin lagi.

Ini menjadi eskalasi terbaru atas konflik Rusia dan Ukraina yang melibatkan NATO. Rusia sendiri panas dengan ekspansi NATO yang kian genera menarik negara-negara Eropa Timur.

Ukraina pun telah mengutarakan ketertarikan bergabung dengan NATO. Ini membuat Rusia makin berang karena menilai keamanannya dalam bahaya.

Barat, ujar Putin, "meludahi" masalah keamanan Rusia bertahun-tahun. Ekspansi ke negara-negara Eropa Timur menempatkan infrastruktur militer Barat lebih dekat dengan perbatasan Rusia.

"Hanya ada satu tujuan (Barat) yaitu untuk menghentikan Rusia berkembang. Dan mereka akan melakukannya, seperti yang mereka lakukan sebelumnya, bahkan tanpa dalih formal sama sekali," kata Putin lagi.

Sebelumnya, selain mengakui kemerdekaan, Putin juga disebut telah mengirimkan tentara ke Ukraina Timur. Mengutip sumber pejabat senior AS, dimuat CNN International, ia beralasan untuk "menjaga keamanan".

Negara-negara Barat bereaksi atas ini. Presiden AS Joe Biden mengecam keras dan menjanjikan sanksi, termasuk larangan investasi hingga perdagangan ke Ukraina Timur dan yang menguntungkan Rusia.



Simak Video "Inggris: Putin Sedang Coba 'Bekukan' Ukraina Agar Tunduk!"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA