Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 12 Jul 2022 14:12 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Bonge Cs di Sudirman Meniru Harajuku di Jepang?

Syanti Mustika
detikTravel
Harajuku
Ilustrasi Harajuku style di Jepang (iStock)
Jakarta -

Saat ini Bonge dan kawan-kawannya menjadi perhatian setelah viral meramaikan kawasan Sudirman. Jika diperhatikan, fenomena ini mengingatkan kita dengan Harajuku di Jepang.

Kamu pecinta anime atau hal yang berhubungan dengan Jepang tentu tidak asing dengan istilah 'Harajuku style' yang nyentrik. Harajuku adalah kawasan populer yang berada di seitar Stasiun Harajuku di Shibuya, Tokyo.

Harajuku sejatinya bukan sebutan resmi untuk nama tempat dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat. Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku.

Harajuku dikenal sebagai kawasan tempat muda-mudi berkumpul dengan beragam gaya. Bisa dikatakan Harajuku menjadi pusat budaya atau mode busana ekstrim di Jepang. Mereka juga menawarkan kawasan belanja dan beberapa situs sejarah di sekitar sana.

Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, Pusat Perbelanjaan Jalan Takeshita, department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Nasional Yoyogi.

HarajukuHarajuku style di Jepang Foto: (iStock)

Jika traveler berkunjung ke Harajuku, jangan kaget dengan warna-warni gaya yang diekspresikan di sini. Mode rambut, mode baju, warna yang saling 'tabrakan', aneka ekspresi dan riasan yang tidak umum bisa kamu temukan di sini. Kreatifitas tanpa batas, mungkin cocok untuk kawasan Harajuku.

Di ini juga terdapat banyak toko-toko trendi, butik, toko thrift, dan gerai makanan yang tentu saja sasarannya muda-mudi pecinta 'Harajuku style'.

detikcom merangkum, Selasa (12/7/2022) Harajuku style pertama kalinya ngetren pada tahun 1980-an, dimana para artis muda dan seniman jalanan berpakaian 'bebas' dan berkumpul di Omotesando.

Nah, Omotesando ini adalah jalanan yang diisi deretan kafe dan butik mode kelas atas. Bisa dikatakan daerah ini populer dikalangan yang berduit dan turis. Pada hari Minggu, jalan ini ditutup dan berubah menjadi kawasan pejalan kaki.

Perlahan tempat ini pun menjadi ramai dan distrik Harajuku pun dikenal menjadi lokasi berkumpulnya anak-anak muda yang ekspresif dan nyentrik. Kemudian tempat ini semakin ramai dan tren Harajuku pun berkembang pesat pada tahun 1990-an.

Nah, Harajuku style merupakan gabungan dan beragam subkultur Jepang yang membuat gayanya beragam atau bercampur. Gaya ini juga mencampurkan simbol, warna dan mencari inspirasi dari gaya luar negeri. Pokoknya bebas deh mau pakai baju apa!

Stasiun Harajuku di Shibuya.Stasiun Harajuku di Shibuya. Foto: Johanes Randy

Seperti apa sih kehidupan di Harajuku?

Kita bisa menyimpulkan bahwa Hrajuku style memberi kebebasan si pemakai ingin bergaya apa. detikcom pun merangkum beberapa gaya Harajuku seperti Lolita (campuran klasik, sweet dan gothic), ko-gyaru (seragam sekolah), punk, cosplay, gothic (dominan warna gelap) dan lainnya.

Mereka berani memadukan warna yang tabrakan, motif beragam, dan memakai aksesoris yang 'tidak biasa'. Seperti pita raksasa, aksesoris rantai, kaus kaki warna-warni, warna nyentrik, rambut berwarna, riasan mencolok, sepatu tinggi dan unik dan lainnya.

Fenomena muda mudi Citayam nongkrong di Taman Dukuh Atas Jakarta menjadi perbincangan hangat. Kini mereka menggelar Citayam Fashion Week di Jakarta.Fenomena muda mudi Citayam nongkrong di Taman Dukuh Atas Jakarta menjadi perbincangan hangat. Kini mereka menggelar Citayam Fashion Week di Jakarta. Foto: Pradita Utama

Walaupun Harajuku identik kawasan anak muda, namun di sini mereka juga menawarkan wisata belanja bagi orang dewasa kok. Juga pecinta sejarah juga bisa berkunjung kebeberapa situs seperti Kuil Meiji dan Taman Yoyogi.

Di kawasan ini juga terdapat festival tahunan bernama Harajuku Omotesando Genki Festival Super Yosakoi. Ini adalah festival musim panas yang digelar selama dua hari berturut-turut dengan menampilkan ratusan grup tari yang menunukan kepiawaiannya memainkan naruko, perkusi asal Jepang. Festival in biasanya diadakan pada minggu terakhir di bulan Agustus.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jepang Buka Wisata Individu Bebas Visa dan Hapus Pembatasan"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA