Hal ini disampaikan Menparekraf, Mari Elka Pangestu dalam Launching Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (10/9/2014). Mari berujar, kalau pariwisata bukannya mengeruk sumber daya alam besar-besaran, tapi justru melestarikannya.
"Alam itu daya tarik wisata. Maka, pariwisata berkelanjutan adalah melestarikan alam, bukan lagi mengambil sumber daya alam besar-besaran," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu soal kesejahteraan rakyat, Mari memaparkan bahwa 8% tenaga kerja di Indonesia adalah ada pada sektor pariwisata. Sektor pariwisata pun ada di peringkat 4 penghasil devisa Indonesia, setelah migas, batu bara dan kelapa sawit.
"Pariwisata juga berdampak banyak untuk ekonomi rakyat. Ada kegiatan wisata, maka ada suvenir, kuliner, transportasi dan hiburan. Kontribusi pariwisata pada sektor ekonomi itu penting," tutup Mari.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru