Aksi coret-coret dinding atau bisa disebut vandalisme sering ditemui di tempat wisata. Tembok besar di Beijing, Tiongkok pun tidak luput dari aksi ini. Malah disalah satu bagian tembok ditemukan coretan Indonesia.
Tembok Besar China memang sudah tersohor kemegahannya. Pastinya ada kepuasan tersendiri bila sudah mengunjungi landmark yang satu ini. Tapi bukan berarti kita bisa seenaknya mengabadikan nama atau asal negara dengan menulisnya di tembok.
Beberapa waktu lalu, detikTravel berkesempatan berkunjung ke Tembok Besar China. Saat itu pendakian dimulai dari pintu masuk Badaling, salah satu pintu masuk yang cukup ramai oleh wisatawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat baru beberapa menit mendaki, terlihat coretan-coretan tangan jahil di beberapa bagian tembok. Di salah satu bagian tembok malah ada juga coretan bertuliskan Indonesia.
Coretan ini berwarna hitam dan ukurannya cukup mencolok. Di situ tertulis tanggal '2010-09-05' dan dibawah kata 'Indonesia' terlihat pula nama orang tersebut dan asal kotanya, 'Samarinda'. Tepat di sudut kiri atas coretan itu juga terlihat nama-nama dan kota Indonesia lagi.
Memang tidak hanya coretan Indonesia yang ada di tembok ini. Banyak coretan lain dengan berbagai bahasa dan aneka warna. Tetapi, tetap saja sebaiknya kita tidak perlu merusak tembok hanya untuk mengabadikan nama atau asal kota dan membuktikan bahwa kita pernah mengunjungi landmark ini.
Papan pengumuman bertuliskan 'Please Protect Cultural Relics. No Graffiti' juga sudah dipasang dibeberapa tempat di Tembok Besar China. Tapi tetap saja banyak mencoret-coret tembok ini.
Nah, daripada coret-coret, lebih baik ambil saja banyak foto selama berada di Tembok Besar China. Lebih indah, tidak merusak dan bisa juga di share ke berbagai media sosial.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Turis Adu Jotos di Kereta gegara Persoalan Sepele, Penumpang Lain Kena Imbas