Kemenpar sedang mensosialisasikan program bebas visa bagi turis asal 5 negara. Dari kelima negara tersebut, Menpar Arief Yahya menyatakan kemungkinan besar Australia akan menolak pembebasan visa tersebut.
"Pembebasan visa yang disetujui baru 4 negara, Australia belum. Yang sudah itu Jepang, Tiongkok juga saya sounding waktu ke Tiongkok. Korea dan Rusia tengah digarap," ujar Menpar Arief Yahya pada jumpa pers evaluasi pencapaian target kunjungan wisman dan wisnus Desember 2014 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (4/2/2015).
Dalam kunjungan ke Tiongkok beberapa waktu lalu, Menpar telah melakukan sounding untuk membahas kelanjutan bebas visa. Diperkirakan bebas visa Tiongkok akan menjadi yang pertama, disusul oleh Jepang, Korea dan Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, lanjut Arief, pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan resiprokal (timbal balik).
"Kita Republik Indonesia mensyaratkan kalau akan bebas visa harus berlaku syarat resiprokal. Nah ini bertentangan sehingga kita tidak akan ketemu kalau dengan Australia, yang masing-masing negaranya punya aturan sendiri," paparnya.
Arief menambahkan, Kemenpar masih terus melakukan lobi dengan 4 negara lainnya yaitu Jepang, Tiongkok, Rusia, dan Korea Selatan.
"Sedangkan dengan 4 negara lain juga belum selesai positioningnya, tapi Indonesia mau kalau negara itu sudah resiprokal," paparnya.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru