"Pemerintah juga harus membangun aksesbilitas. Jadi jangan kita hanya membuka, tapi jalannya itu-itu saja," ujar Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didien Junaedy saat diwawancarai detikTravel, Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Jumlah kunjungan wisman meningkat saja tidak cukup, apabila tidak disikapi dengan pembangunan infrastruktur berupa jalan dan fasilitas lainnya. Sebuah destinasi wisata tentunya tidak dapat dijual apabila tidak didukung oleh akses yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didien pun mengakui akan potensi devisa dari wisman Tiongkok hingga Rusia yang akan datang, apabila bebas visa sudah terealisasikan. "Kita berikan (bebas visa-red) ke Tiongkok, bisa 2 juta turis dari Tiongkok," cetusnya.
(sst/sst)











































Komentar Terbanyak
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam
Terpopuler: Tetangga Baru Indonesia, Merdeka Tahun 2030