Pariwisata Butuh Digitalisasi
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pariwisata Butuh Digitalisasi

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 18 Mei 2017 14:50 WIB
Pariwisata Butuh Digitalisasi
Foto: Afif Farhan
Jakarta - Kemajuan digital berdampak pada semua sektor. Termasuk pariwisata, yang mana kini semuanya sudah serba digital dan tinggal klik.

"Data yang kami dapat, 70 persen orang di dunia pariwisata itu sudah pakai digital. Search and share," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rakornas 'Indonesia Incorporated: 20.000 Homestay Desa Wisata Pada Tahun 2017' di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2017).

Arief lalu bercerita, 3 minggu lalu dia bertemu dengan Sekjen UNWTO. Betapa kagetnya, ternyata aplikasi penginapan di internet Airbnb akan diterima sebagai anggota UNWTO (United Nations World Tourism Organization) yang merupakan badan pariwisata dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Padahal Airbnb tidak ada 'produknya' hanya memasarkan kamar atau rumah milik orang kepada wisatawan. Pemasaran lewat digital, yang seolah jadi musuh tidak terlihat bagi hotel-hotel," tegas Arief.

Yang dimaksud digitalisasi dalam pariwisata adalah, semuanya serba digital. Pesan tiket pesawat tinggal buka laptop, pesan kamar tinggal klik dan mencari informasi suatu destinasi wisata hanya semudah membalikan telapak tangan.

"Perusahaan konvensional akan kalah dengan perusahaan digital. Pengelolaan pariwisata di Inggris yang memakai digital sudah 62 persen dan di Spanyol 58 persen," tutur Arief.

"Sekarang kalau pergi kemana-mana, orang carinya WiFi. Digital akan menjadi kebutuhan dasar," tutupnya. (rdy/rdy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads