Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 02 Apr 2018 23:45 WIB

TRAVEL NEWS

Benjamin 'Walk to Palestine': Saya Bukan Orang yang Religius

Shinta Angriyana
detikTravel
Benjamin Ladraa dan bendera Palestina (WalktoPalestine/Instagram)

FOKUS BERITA

Aksi Walk To Palestine
Jakarta - Traveler Swedia, Benjamin Ladraa, viral karena aksi jalan kaki ke Palestina. Ben bukan orang yang religius. Alasan kemanusiaan sudah cukup jadi alasan membela Palestina.

Ia membagikan kisahnya di akun Instagram @walktopalestine. Aksinya ini tentu menarik banyak perhatian.

Terang saja, Benjamin menempuh ribuan kilometer mulai Agustus 2017 lalu di Gothenburg, Swedia. Ia berjalan kaki membawa kereta bayi dengan sejumlah barang bawaan menuju Palestina untuk aksi solidaritas dan kemanusiaan.

Meskipun konflik Palestina banyak menarik simpati umat beragama di dunia, nyatanya Benjamin tidak mengatasnamakan kepercayaan bahkan agama untuk melakukan aksinya. Ia mengatakan, tindakannya ini bukan karena hal tersebut.

"Saya sama sekali bukan orang yang religius. Saya tahu, beberapa media menulis bahwa saya seorang Yahudi dan hal tersebut aneh. Saya bukan Yahudi," ujarnya saat wawancara ekslusif dengan detikTravel beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Jalan Kaki Demi Palestina, Benjamin Dapat Bantuan Tak Disangka

Benjamin sama sekali tidak membawa unsur agama dalam 'Walk to Palestine'. Ia merasa konflik Palestina adalah masalah dunia yang menyangkut pada hal kemanusiaan.

Benjamin 'Walk to Palestine': Saya Bukan Orang yang ReligiusAksi jalan kaki ke Palestina (WalktoPalestine/Instagram)
"Saya tidak religius, saya bukan Yahudi, bukan Kristen, tidak. Kamu bisa menulisnya saya tidak religius karena nyatanya saya tidak religius sama sekali," tambahnya.

Pria 25 tahun yang tadinya juga seorang musisi ini menuturkan, tidak perlu ada alasan agama untuk melakukan aksi solidaritas.

"Ini bukan masalah pribadi, tidak ada alasan religius untuk melakukan hal ini. Namun saya mempunyai keinginan untuk mengubah apa yang terjadi di Palestina dengan penderitaan dan kekerasan selama 70 tahun terakhir dan itu sangat buruk," ucapnya.

Benjamin sudah menempuh 3.000 kilometer sejak pertama kali melakukan aksinya. Saat dihubungi detikTravel, ia sedang berada di Istanbul, Turki.

Meskipun berkali-kal dihadang bahkan ditodong pistol oleh polisi karena ia membawa stroller bayi dengan bendera Palestina yang berkibar, Benjamin juga tidak takut atau berniat menghentikannya. Ia masih melanjutkan perjalanan sepanjang 2.000 kilometer lagi untuk mencapai Palestina.

BACA JUGA: Baru Main Mobil Klasik, Pilih Mobil Asal Jepang

(sna/fay)

FOKUS BERITA

Aksi Walk To Palestine
BERITA TERKAIT
BACA JUGA