Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 31 Mei 2018 21:24 WIB

TRAVEL NEWS

WNI Dilarang ke Israel, Memang Cara Dapat Visanya Bagaimana?

Fitraya Ramadhanny
Redaksi Travel
Foto: Ilustrasi traveler di Dome of Rock (Ammar Awad/Reuters)
Foto: Ilustrasi traveler di Dome of Rock (Ammar Awad/Reuters)
Jakarta - Israel menolak visa untuk traveler Indonesia, padahal Israel tidak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia. Lantas bagaimana bisa memberikan visa?

Rupanya Israel memang bisa mengeluarkan visa untuk orang Indonesia. Namun, bukan seperti visa pada umumnya.

Visa ini ada karena kebutuhan wisata religi dari traveler Indonesia yang Muslim dan Kristiani. Karena, Yerusalem adalah tempat suci tiga agama. Ada kebutuhan untuk wisata ziarah ke sana.

Namun, tidak ada Kedubes Israel di Jakarta, karena memang tidak punya hubungan diplomatik. Visa sebagai dokumen keimigrasian diberikan dengan cara yang berbeda.

BACA JUGA: Isu Larangan ke Israel, Begini Reaksi Travel Agent di Indonesia

Para travel umroh yang punya paket ke Al Quds, atau travel yang punya paket Holy Land, mengurus visa di Yerusalem atau negara tetangga Israel lainnya dengan dibantu ground operator, alias rekanan travel agent lokal yang mengurus hotel dan transportasi. Begitu caranya mendapatkan visa ke Israel.

"Jadi kalau ke Israel nggak cap di paspor, manifest doang. Kita kontak agent di Yerusalem urus land arrangement. Jadi dikasih selembar kertas A4 dengan nama orang (wisatawan-red). Dokumennya dipegang tour leader," ungkap VP Business Development and Marketing AntaVaya, Andreas Sulaeman kepada detikTravel, Kamis (31/5/2018).

Hal senada dikatakan Head of Marcomm Golden Rama, Ricky Hilton. Visa ke Israel hanya berupa kertas dengan manifest nama, bukan visa yang ditempel di paspor. Jadinya, ini semacam surat izin.

BACA JUGA: Ramai Isu Larangan Berkunjung, Ada Destinasi Religi Apa Saja di Israel?

"Permohonan visa kita kirim ke local travel agent di Yerusalem. Apply pakai manifest nanti dapatnya visa paper. Kertas begitu, jadi tidak ditempel di paspor kita," kata Head of Marcomm Golden Rama, Ricky Hilton.

Sedangkan, Marketing Manager Trip Halal Murah by Alfa Tours, Dahlia mengatakan travel agentnya tidak mengurus di Yerusalem. Mereka punya rekanan di Mesir yang mengurusi izin masuk ke Israel. Israel melakukan pemeriksaan latar belakang calon wisatawan dengan super ketat.

"Pemeriksaannya ketat sekali, mereka bisa tahu orang Indonesia ini ikut kegiatan apa, organisasi apa. Pokoknya mereka tahu deh. Kalau ikutan organisasi atau kegiatan apa yang Israel tidak suka, bisa ditolak izin masuknya," kata Dahlia. (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED